selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meresmikan program Master Meter Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya. Program tersebut guna mempercepat layanan masyarakat untuk mendapatkan air dari PDAM dan mewujudkan target '2023 semua terlayani'.
"Ada beberapa yang belum dipasang. Namun bukan berarti PDAM tidak bisa memasang, karena ada aturan yang tidak boleh. Salah satunya tanahnya bukan milik pribadi," kata Eri, usai meresmikan Master Meter di Jalan Karangan Gang 5, Senin (30/5/2022).
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa IzinĀ
Eri menyampaikan bahwa tanah warga tersebut merupakan irigasi. Sehingga, PDAM belum bisa memasangkan. Sebab itu, dibuat program Meteran Master, yang bertanggung jawab Kelompok Swadaya Masyarakat.
"Jadi master meternya itu adalah meteran gede itu masuk ke meteran ke tanah orang yang punya, milik pribadi,"ujarnya.
"Dan orang tadi ini dengan kelebihan hatinya, akhirnya dibuatkan lagi sambungan ke rumah yang belakangnya," imbuhnya.
Sehingga, warga Surabaya mempunyai meteran masing-masing. Eri menyebut pemasangan ini juga dari kelompok masyarakat Surabaya yang selalu bergotong royong.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
"Makanya saya bilang ke pak direktur waktu pertama kali dilantik, saya pingin 2023 seluruh surabaya bisa teraliri air PDAM,"ungkapnya.
Penangggung Jawab Forum Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Budi Santoso menambahkan, jumlah penerima manfaat untuk Master Meter ini sebanyak 184 di Surabaya
" Aman Sebetulnya ditanam tempat yang legal. Jadi PDAM memberikan syarat ditempat yang legal," kata Budi.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Budi menyampaikan, untuk paket tarifnya yang paling murah yakni Rp 1.800 ribu. Tarif tersebut juga untuk pengelolaan, pemeliharaan, perusakan, maupun untuk pengurus.
"Forkom menjadi target kalau PDAM bayar lewat hape bisa nantinya untuk perwilayah juga. Jadi nanti mereka akan mandiri semua,"jelasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi