selalu.id - Badan Metereologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang yang berlangsung hingga akhir bulan Mei 2022 di Jawa Timur.
Kepala Stasiun Metereologi Klimatologi Kelas II Maritim Tanjung Perak, Taufiq Hermawan menjelaskan, berdasarkan prakiraan iklim yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Malang, bulan Mei Wilayah Jatim telah memasuki musim kemarau.
"Namun hingga pertengahan bulan Mei terpantau dari analisa hari tanpa hujan masih banyak wilayah Jawa Timur yang masih terjadi hujan," kata Taufiq, Minggu (29/5/2022).
Taufiq menjelaskan, itu karena adanya dampak dari La Nina dengan intensitas sedang dan aktifnya fenomena gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di sekitar Jawa Timur.
Diketahui Gelombang Atmosfer Kelvin dan gelombang Ekuatorial Rossby merupakan dua jenis gelombang atmosfer yang merambat pada arah Timur dan Barat. Karena berkaitan dengan pola pemanasan konvektif skala besar di lapisan troposfer ekuatorial.
"Itu juga ditambah dengan suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang masih hangat dengananomali suhu muka laut antara +1.0 s/d +3.0°C," jelasnya.
BMKG menjelaskan, terpantau 24 Mei 2022 lalu dari data curah hujan di Jatim, tercatat 29.0 mm, dan Stasiun Geofisika Tretes tercatat 32.5 mm dengan kategori curah hujan sedang.
"Dan tanggal 25 Mei 2022 di Stasiun
Meteorologi Kalianget tercatat 116.4 mm
dengan kategori sangat lebat ,"ujarnya.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Wilayah Jawa Timur, kata dia, dapat dikatakan curah hujan dalam 2 hari terakhir masuk dalam kategori curah hujan sedang hingga sangat lebat.
Lebih lanjut Taufiq menyampaikan, gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin aktif hingga 27 Mei 2022, akan tetapi adanya daerah tekanan rendah di Wilayah Barat Sumatera yang menyebabkan terjadinya pola konvergensi atau pengumpulan massa udara di wilayah Jatim.
Sehingga, lanjutnya, hal itu didukung dengan hangatnya kondisi perairan Jawa Timur yang menyebabkan suplai massa uap air yang semakin banyak ke atmosfer.
"Apalagi ditambah oleh adanya fenomena dari La Nina sedang menyebabkan peningkatan hujan di Wilayah JawaTimur," jelasnya.
Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan awan-awan Cumulonimbus.
"Sehingga akan semakin intens dan dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang sesaat," pungkasnya.
Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrim seperti wilayah Surabaya, Kab.Mojokerto, Kota Mojokerto, Gresik, Lamongan, Kab.Kediri, Kab.Malang, Kota Malang, Batu, Kab.Pasuruan, Kab.Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, bojonegoro, Kab.Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Bondowoso, Pamekasan,
Sampang, Sidoarjo, Jombang, Kota Pasuruan, Sumenep, Nganjuk, Magetan,
Situbondo, Tuban, Sampang dan Kota Kediri. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi