selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung menggembleng Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) soal perencanaan di Lingkungan Pemkot Surabaya.
Tak hanya Wali Kota Eri, mentor yang mengajari mereka juga ada adalah Kepala badan, sekretaris, hingga kepala bidang.
Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim
Mereka mengajari sebanyak 67 orang CPNS mengikuti orientasi di sejumlah dinas, termasuk di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Surabaya.
Di dinas tersebut, ada 22 CPNS yang mengikuti orientasi dan terus digembleng soal perencanaan sebuah kota.
Demi mengintensifkan pembelajaran tersebut, Wali Kota Eri membagi 22 CPNS itu ke dalam dua kelompok, dan baru kelompok pertama yang sudah bertemu dan mendapat pembelajaran langsung dari Wali Kota Eri, Sabtu (14/5/2022).
Sedangkan kelompok berikutnya, akan bertemu Wali Kota Eri minggu depan.
"Jadi, tolong adik-adik CPNS ini diingat tahapan-tahapan penganggaran seperti ini. Terus belajar dan belajar, jangan pernah bosan untuk belajar demi menyempurnakan perencanaan Kota Surabaya," tegasnya, Sabtu (14/5/2022).
Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya Febrina Kusumawati, menambahkan bahwa para CPNS ini merupakan elemen baru di Pemkot Surabaya atau fresh graduate dalam istilah mahasiswa.
Febrina menyampaikan, Wali Kota Eri tertarik untuk memberikan ilmunya soal perencanaan supaya ilmu tersebut bisa langsung terpatri di hati mereka, sehingga mereka bisa menjadi pelayan masyarakat yang baik.
"Adik-adik CPNS ini menjalani orientasi di kami mulai habis lebaran. Dalam masa orientasi di kami itu, mereka kita ajari bagaimana menyusun RPJMD, tahapan-tahapan Renstra, menyusun RKPD, perencanaan setahun hingga lima tahun sampai pada APBD disahkan di DPRD," tegasnya.
Menurut Febri, tujuan mengajarkan ini kepada para CPNS ini supaya mereka paham betul tentang ilmu perencanaan.
Sebab, ilmu perencanaan itu tidak hanya dipakai di Bappeda Litbang saja, namun juga harus dipakai di semua dinas di lingkungan Pemkot Surabaya.
"Semua dinas harus paham ilmu perencanaan, karena ini adalah awal dari pembangunan sebuah kota atau daerah," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi