selalu.id - Aktivitas pengiriman peti kemas berpendingin (reefer) di Terminal Petikemas (TPK) Merauke menunjukkan pertumbuhan positif.
Sepanjang Januari hingga September 2026, volume peti kemas reefer isi yang dimuat (loading) tercatat sebanyak 847 box, meningkat 12,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 754 box.
Baca juga: Gandeng Bappenas, Pelindo Bidik Muatan Balik Komoditas Papua Selatan
Pertumbuhan tersebut menunjukkan perkembangan kebutuhan layanan logistik berpendingin di Merauke, termasuk potensi pengiriman komoditas hasil perikanan.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, TPK Merauke menerima kunjungan Oriental Consultants Global (OC Global) dalam rangka studi dan survei proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Merauke.
Kunjungan yang dihadiri Masahiko Koshimizu, Senior Project Manager, Port & Harbor Department OC Global, mencakup peninjauan fasilitas operasional terminal, khususnya ketersediaan reefer plug sebagai fasilitas penyedia daya listrik bagi peti kemas berpendingin.
Kunjungan ini berkaitan dengan rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan Merauke, termasuk pembangunan fasilitas cold storage atau penyimpanan berpendingin di kawasan pelabuhan perikanan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan dan penyimpanan hasil perikanan sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah.
Pengembangan ini juga berpotensi mendorong peningkatan kebutuhan pengiriman komoditas perikanan melalui pelabuhan umum menggunakan peti kemas reefer.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Merauke, Capt. Julivan Ch. L. Salindeho, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menyoroti pentingnya kesiapan kapasitas dan fasilitas pelabuhan dalam menghadapi potensi peningkatan arus barang.
Baca juga: Jalan Sehat Bersama, Cara TPK Merauke Perkuat Kesejahteraan dan Keselamatan Pegawai
“Dari sisi fasilitas pelabuhan, kapasitas Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan masih menjadi salah satu perhatian, terutama ketika aktivitas meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru. Dengan adanya rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan, kebutuhan kapasitas dan fasilitas pendukung di pelabuhan umum juga perlu diantisipasi agar kelancaran pelayanan dan operasional tetap terjaga,” kata Julivan dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menyampaikan bahwa pertumbuhan aktivitas peti kemas reefer menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kebutuhan pelayanan terminal ke depan.
“Pertumbuhan aktivitas peti kemas reefer menunjukkan adanya perkembangan kebutuhan layanan logistik berpendingin di Merauke. Terlebih dengan rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan dan pembangunan cold storage, terdapat potensi peningkatan pengiriman hasil perikanan melalui pelabuhan umum," jelasnya.
"Karena itu, kesiapan fasilitas seperti reefer plug dan kapasitas lapangan penumpukan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan ke depan,” tambah Rasul.
Menurutnya, pengembangan fasilitas di pelabuhan perikanan memiliki keterkaitan dengan aktivitas logistik di pelabuhan umum, khususnya dalam mendukung distribusi hasil perikanan ke pasar yang lebih luas.
Baca juga: Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi
Ketersediaan fasilitas pendukung penanganan peti kemas berpendingin serta kapasitas lapangan penumpukan yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus barang.
Kunjungan OC Global juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi potensi kebutuhan fasilitas pendukung serta memperkuat koordinasi antara pengelola terminal dan pemangku kepentingan dalam menghadapi perkembangan aktivitas logistik di Merauke.
PT Pelindo Terminal Petikemas terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan operasional melalui optimalisasi fasilitas yang tersedia serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas, dan memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor perikanan di Merauke.
Editor : Zein Muhammad