selalu.id - Peralihan kendaraan konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) menuju kendaraan listrik di Indonesia membawa tantangan mendasar pada sektor ketenagalistrikan nasional.
Selain penyiapan unit dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), pemerintah dituntut memperhitungkan lonjakan kebutuhan daya jika elektrifikasi diterapkan secara masif.
Baca juga: Top 5 Berita: Kadis Dipegangi Mobil Listrik hingga Kapolri Berganti
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza menyoroti besarnya populasi kendaraan di Indonesia yang mencapai 172,94 juta unit hingga akhir 2025.
Jumlah tersebut mencakup sepeda motor, kendaraan roda tiga, roda empat, hingga kendaraan komersial.
"172,94 juta unit itu dari motor, roda tiga, roda empat, dan roda lebih dari empat, semuanya jumlahnya 172 juta lebih," sebut Faisol dalam gelaran Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Faisol menjelaskan, tingkat konsumsi listrik tiap kendaraan bervariasi bergantung pada jenis, jarak tempuh, pola pemakaian, serta efisiensi teknologi.
Baca juga: Pemkot Surabaya Batasi Kendaraan Dinas, Kadis Dipegangi Mobil Listrik
Ia menggambarkan, jika satu sepeda motor membutuhkan 1,500 kWh per tahun dan mobil penumpang membutuhkan 2.000 kWh per tahun, akumulasi energi yang dibutuhkan secara nasional akan melonjak signifikan.
Kapasitas produksi PLN saat ini tercatat berada di kisaran 494 terawatt-hours (TWh) per tahun. Penambahan beban lonjakan dari sektor transportasi diperkirakan memicu kebutuhan pembangkit listrik baru secara mendesak.
"Kalau ditambah untuk kebutuhan kendaraan listrik, maka kita akan membutuhkan banyak sekali power plant baru, baik itu yang new energy maupun yang men-support yang sudah ada hari ini," jelasnya.
Baca juga: SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum
Laju pertumbuhan pangsa pasar mobil berbasis baterai yang mulai meningkat menuntut perencanaan pasokan energi berjalan seiring dengan arah kebijakan industri otomotif.
Faisol menegaskan pentingnya keterlibatan PLN dan seluruh pemangku kepentingan agar ekspansi kendaraan listrik tidak menimbulkan kesenjangan antara pasokan energi dan kemampuan jaringan kelistrikan nasional.
Editor : Zein Muhammad