Kabar Duka: Penulis dan Jurnalis Senior Sirikit Syah Tutup Usia

Reporter : Ade Resty
Foto semasa hidup Sirikit Syah

selalu.id - Dunia pers Indonesia sedang berduka, Jurnalis senior sekaligus pendidik dalam dunia jurnalistik Sirikit Syah tutup usia di Rumah Sakit Haji, Surabaya, sekitar pukul 06.30 WIB, Selasa (26/4/2022).

"Telah berpulang Ibu Hernani Sirikit Syah pagi ini. Rumah duka Jalan Rungkut Asri Timur VII no 8 Surabaya. Semoga amal dan ibadah beliau diterima di sisiNya. Al fatihah,"salah satu grup pesan Alumni STIKOSA-AWS.

Baca juga: Bersama Jurnalis Riverside, MORA Impact Berpartisipasi dalam "Nada untuk Sumatra"

Begitu juga berbagai belasungkawa datang dari beranda Facebook Sirikit Syah. Pasalnya Sirikit juga aktif menulis di beranda Facebook cerita keseharian-hariannya.

Sirikit Syah lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1960 yang juga merupakan wartawan senior dari tahun 1984- 2007. Tak hanya itu, Sirikit Syah juga merupakan penyintas kanker yang bertahun-tahun berjuang melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya.

Ia adalah alumni Universitas Negeri Surabaya, dan saat ini menjadi salah satu akademisi atau wakil ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) 2004-2006 dan pendiri Sirikit School of Writing (SSW).Tak hanya itu, beliau juga pernah menjabat sebagai ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur 2003-2007.

Bintang Putra, Anak Kedua dari Sirikit Syah, mengatakan bahwa beliau telah lama sakit sejak tahun 2013, karena kanker Payudara. Namun, setelah dinyatakan sembuh beliau terkena tumor di livernya.

Baca juga: Komunitas Jurnalis Pinggir Kali Surabaya Kumpulkan Donasi Rp23 Juta untuk Sumatra

"Sudah lama sakitnya pertama kali 2013 kena kanker payudara di kemo selesai dinyatakan sembuh. Beberapa tahun kemudian bibit kanker tumor di livernya,"ungkap Bintang.

Akan tetapi, saat dinyatakan terkena tumor di livernya. Beliau belum siap kemoterapi karena tidak ingin kecapean. Namun, tumornya justur tersebar.

"Di rumah sakit kasih infus sudah stadium 4, menunggu pulih untuk di kemo, tapi nyatanya tidak sempat,"ujarnya.

Baca juga: Bantu Korban Banjir Sumatra, Jurnalis Pinggir Kali Surabaya Gelar Open Donasi

Ia menambahkan, Sirikit Syah telah dirawat pada hari Minggu, (24/4/2022) lalu. Beliau sempat mengalami kurang kesadaran. Sehingga tidak memungkinkan untuk makan.

"Memang kesadaran berkurang, tidak mencerna makanan di lambungnya,"terangnya.

Jenazah jurnalis senior ini dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih Sukolilo, Surabaya. Sahabat, kolega serta murid-murid belaiu turut mengantar ke peristirahatan terakhir. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru