selalu.id - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar aksi penolakan terhadap pencalonan Muzakki sebagai rektor, Rabu (16/9/2026).
Mereka menyoroti sejumlah persoalan yang muncul selama masa kepemimpinannya, mulai dari dugaan ketidakjelasan pengelolaan dana, keterlambatan penyediaan jas almamater, hingga kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Baca juga: PMI Surabaya Dampingi Keluarga Korban KM Virgo Transport 8, Perkuat Layanan RFL dan PFA
Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan bahwa banyak hal yang belum terselesaikan jika Muzakki kembali menjabat. Ada laporan dana yang tidak jelas peruntukannya, penyediaan jas almamater mahasiswa baru diklaim baru 50 persen atau hanya sekitar 3.000 set, serta penetapan UKT yang dinilai memberatkan banyak mahasiswa.
Situasi aksi sempat memanas. Massa yang berorasi dari balik pagar kampus kemudian berusaha mendekati gedung rektorat.
Sebuah pot bunga pecah dan diletakkan di depan pintu masuk gedung, sementara peserta aksi juga membakar ban sebagai bentuk protes.
Baca juga: Menangkap Cahaya Rindu: Cerita di Balik 100 Mahakarya Lukisan SBY di Surabaya
Para mahasiswa menuntut pihak kampus segera menanggapi dan memenuhi tuntutan mereka. Aksi ini bukan kali pertama penolakan tersebut disuarakan.
Pada 15 Juli 2026, puluhan mahasiswa juga turun ke jalan menuntut Muzakki yang saat itu menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Rektor untuk mundur.
Baca juga: Penyakit ISPA di Surabaya Melonjak, DPRD Ingatkan Demam Tinggi Anak Bisa jadi Sinyal DBD
Pada aksi sebelumnya, mahasiswa meminta transparansi mekanisme pemilihan rektor serta memperbesar porsi suara sivitas akademika dalam proses pemilihan pimpinan kampus.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Rektorat UINSA terkait tuntutan mahasiswa tersebut.
Editor : Achmad Supriyadi