KPAI Desak Transparansi Manifes Kapal Virgo Transport 8, Keselamatan Anak jadi Prioritas

Reporter : Zein Muhammad
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. (Dok. Jasra Putra for selalu.id).

selalu.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bereaksi keras atas tragedi tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

KPAI mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera membuka manifes penumpang secara transparan, terutama memastikan keselamatan dan data anak-anak yang berada di dalam kapal.

Baca juga: Hari Ketiga Evakuasi KMP Virgo Transport 8: 22 Korban Selamat, 6 Meninggal Dunia

Data sementara mencatat dari total penumpang, 98 orang berhasil diselamatkan tim SAR, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

KPAI menilai, kepastian identitas serta manifes yang akurat bukan sekadar urusan administrasi, melainkan hak mendasar bagi keluarga korban.

"Hal yang sangat mendesak adalah memastikan manifes penumpang secara akurat dan membuka informasi yang dibutuhkan keluarga korban serta publik, khususnya terkait keberadaan anak-anak di dalam kapal," tegas Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Selain itu, KPAI juga menyoroti penanganan pasca-evakuasi bagi anak-anak yang selamat. Dukungan psikososial, ruang aman, dan proses reunifikasi keluarga harus dilakukan cepat untuk mencegah trauma mendalam serta risiko eksploitasi.

"Anak tidak boleh hanya dihitung sebagai angka dalam manifes. Anak harus menjadi bagian dari desain keselamatan, mitigasi risiko, hingga prosedur evakuasi. Keselamatan nyawa manusia harus berada di atas segala pertimbangan operasional dan ekonomi," jelas Jasra Putra.

Berikut sejumlah poin desakan utama KPAI terkait penanganan tragedi pelayaran ini:

Baca juga: Duka Keluarga M Suud, Sopir Truk asal Mojokerto yang Hilang dalam Musibah KM Virgo Transport 8

1. Transparansi Manifes Faktual

Pemerintah diminta mencocokkan manifes resmi dan data tiket awal dengan kondisi riil penumpang di atas kapal, termasuk merinci jumlah anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.

2. Pencarian Bawah Laut

Mengingat kapal telah tenggelam, operasi SAR didesak tidak hanya fokus di permukaan, tetapi juga memaksimalkan teknologi pencarian bawah laut.

Baca juga: KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Polda Jatim Siapkan Tim DVI dan Posko Ante Mortem

3. Pemeriksaan Alat Keselamatan

KPAI mempertanyakan ketersediaan life jacket khusus ukuran anak dan ketersediaan sekoci yang memadai sesuai dengan jumlah nyawa yang diangkut.

4. Audit dan Investigasi Tuntas

Mengusut tuntas rantai pemberian izin berlayar, hasil ramp check, dugaan overload, hingga kepatuhaan SOP evakuasi darurat.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru