selalu.id - Tim SAR gabungan terus memaksimalkan pencarian korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan.
Memasuki hari ketiga operasi, Selasa (15/9/2026), sebanyak 22 korban selamat berhasil dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Baca juga: KPAI Desak Transparansi Manifes Kapal Virgo Transport 8, Keselamatan Anak jadi Prioritas
Puluhan korban selamat tersebut diangkut menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) milik Lanal Banjarmasin.
Sebelumnya, mereka diselamatkan oleh KM Cahaya Bahari Jaya, lalu dipindahkan ke KRI Nala sebelum akhirnya dibawa menuju daratan Banjarmasin.
Selain korban selamat, empat jenazah korban meninggal dunia juga berhasil dievakuasi dari kapal TB Trans Coal Pacific melalui jalur udara.
Evakuasi udara dilakukan secara bertahap. Helikopter HR-3601 mendarat di Bandara Syamsudin Noor pada pukul 11.23 WITA dengan mengangkut dua jenazah.
Disusul kemudian helikopter AS-365 P-3013 yang tiba pada pukul 11.55 WITA membawa dua jenazah lainnya.
Dengan tambahan hasil evakuasi ini, akumulasi korban yang berhasil dievakuasi hingga Selasa siang mencapai 114 orang. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 6 orang meninggal dunia.
Baca juga: Duka Keluarga M Suud, Sopir Truk asal Mojokerto yang Hilang dalam Musibah KM Virgo Transport 8
Saat ini, fokus utama Tim SAR gabungan tertuju pada penyisiran 129 orang yang dilaporkan masih hilang.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang memantau langsung operasi tersebut menegaskan, seluruh kekuatan baik unsur laut maupun udara dikerahkan secara optimal.
Untuk memantau area perairan dari udara, tim mengoperasikan pesawat Cessna 208 Caravan. Pesawat tersebut telah menyelesaikan satu tahap penyisiran dan mendarat kembali di Bandara Syamsudin Noor pukul 11.40 WITA.
Sementara di jalur laut, penyisiran terus bergerak menyisir titik-titik koordinat pencarian yang telah dipetakan oleh Search and Rescue Unit (SRU).
Baca juga: KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Polda Jatim Siapkan Tim DVI dan Posko Ante Mortem
Operasi besar-besaran di hari ketiga ini melibatkan 1.097 personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, kapal pendukung, serta potensi SAR lainnya. Total armada yang dikerahkan mencakup 5 unit alutsista udara dan 17 unit alutsista laut.
Mohammad Syafii memastikan evaluasi pemetaan wilayah pencarian (search area) dilakukan secara berkala sesuai dinamika lapangan dan arus laut.
"Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif dan peluang ditemukannya korban semakin besar," tegasnya.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih bersiaga dan memprioritaskan pencarian terhadap 129 korban yang belum ditemukan.
Editor : Zein Muhammad