selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kembali menunjukkan perhatiannya kepada keluarga pejuang kemerdekaan.
Lebih dari 300 janda perintis kemerdekaan dan warakawuri menerima bantuan sosial dalam rangka memperingati HUT ke-66 Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (BPK-45) Kabupaten Sidoarjo, Selasa (8/9/2026).
Baca juga: Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, di Gedung Juang 45, Jalan A. Yani Nomor 10, Sidoarjo. Penyaluran ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo bersama DHC BPK-45.
Bagi Pemkab Sidoarjo, penyaluran bansos ini bukan sekadar bentuk dukungan sosial biasa, melainkan wujud penghormatan mendalam bagi keluarga yang mengawal sejarah perjuangan bangsa.
"Yang dilihat bukan hanya dari nilai bantuannya, tapi ini adalah wujud perhatian dan penghormatan kami kepada para pejuang dan keluarganya," kata Mimik.
Baca juga: Hidupkan Ekosistem Kreatif, Dekesda Gelar Darjonesia Dance Festival dan Proyeksikan Museum Narotama
Mimik juga menyoroti peran sentral para perempuan di balik garis perjuangan. Menurutnya, para istri pejuang memegang andil besar saat mendampingi serta menjaga keluarga tatkala para suami menunaikan tugas bagi negara.
"Kami berharap perhatian ini tidak berhenti di satu kegiatan seremonial saja, tetapi terus menjadi upaya bersama dalam merawat ingatan sejarah," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DHC BPK-45 Kabupaten Sidoarjo, Sujiono, menekankan pentingnya menjaga nilai kejuangan antar-generasi. Momentum peringatan ke-66 ini dinilai tepat untuk mengedukasi generasi muda agar tak kehilangan akar sejarah di tengah era perubahan.
Baca juga: Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo
"Semangat kejuangan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi penerus," ujar Sujiono.
Peringatan ini turut dihadiri Sekretaris Umum DHD BPK-45 Jawa Timur, pejabat Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, perwakilan Baznas Sidoarjo, serta para penerima bantuan.
Editor : Zein Muhammad