selalu.id, Banyuwangi – Sebanyak 20 tukik atau anak penyu dilepasliarkan ke laut di Pantai Timur Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi, Jumat (4/9) pagi. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu diikuti pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya bersama sejumlah tamu hotel.
Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut. Kegiatan pelepasliaran tukik ini menjadi salah satu agenda pelestarian penyu yang dilakukan Hotel Ketapang Indah bersama Yayasan Penyu Banyuwangi.
Baca juga: Foto: Kemacetan Parah Menuju Akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
"Pelepasan tukik ini menjaga populasi dan mencegah kepunahan penyu yang berstatus dilindungi," kata Taufik.
Menurutnya, keberadaan penyu juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penyu turut membantu mengontrol populasi lamun dan spons di perairan.
Salah seorang karyawan Hotel Ketapang Indah, Hakim, mengatakan pihak hotel bekerja sama dengan Yayasan Penyu Banyuwangi dalam upaya melestarikan penyu yang populasinya semakin terancam.
Tukik yang dilepasliarkan merupakan anak penyu berusia sekitar tiga hari setelah menetas. Pelepasan dilakukan untuk meningkatkan peluang hidup tukik sekaligus membantu melewati fase awal kehidupan yang rentan terhadap serangan predator.
Baca juga: Akses Pelabuhan Ketapang Lumpuh, Macet Mengular hingga 10 Kilometer
"Ini juga meningkatkan peluang hidup serta membantu tukik melewati fase awal kehidupan yang rawan pemangsa," ujar Hakim.
Hakim menyebut 20 tukik yang dilepas kali ini merupakan jenis penyu lekang. Selain penyu lekang, terdapat tiga jenis penyu lainnya yang ditemukan di wilayah tersebut, yakni penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu hijau.
Menurut Hakim, seekor penyu dapat menghasilkan hingga sekitar 60 butir telur dalam sekali bertelur. Telur penyu tersebut antara lain ditemukan di kawasan Pantai Boom dan Boomo pada April hingga Juni.
"Telur ini menetas pada Juli, Agustus, dan September. Di tiga bulan itu kami melepas tukik," katanya.
Baca juga: 12 Ribu Lebih Berita Migas dalam 6 Bulan, Cuma 2% yang Negatif. Kok Bisa?
Ia menambahkan, pelepasliaran tukik telah dilakukan secara rutin selama beberapa tahun terakhir. Jumlah tukik yang telah dilepasliarkan mencapai ribuan ekor.
Dalam proses pelepasliaran, tukik tidak boleh diperlakukan sembarangan. Untuk menghindari kontak langsung, tukik ditempatkan dalam wadah, seperti batok kelapa, sebelum diarahkan menuju laut.
Pengunjung juga diminta tidak memegang tukik secara langsung dengan tangan kosong maupun menggunakan lampu kilat (flash) kamera karena dapat mengganggu tukik saat menuju laut.
Editor : Arif Ardianto