Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Reporter : Ade Resty
Para anak jalanan (anjal) yang ada di kawasan wisata religi Sunan Ampel Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kenyamanan para peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Surabaya, kembali terusik. Keberadaan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang makin marak dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu ketertiban.

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Baca juga: Makan di Sekolah, Bertahan di Jalan: Paradoks Anak Indonesia

Salah satu modus yang sering dijumpai adalah anjal berpura-pura membantu menyeberangkan jalan. Setelahnya, mereka mendesak peziarah untuk memberikan sejumlah uang. Tak jarang, mereka terus membuntutinya hingga keinginan tersebut dituruti.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pihak Pemkot Surabaya tidak tinggal diam. Ia menyatakan petugas Satpol PP Surabaya sebenarnya sudah berulang kali melakukan penertiban di area tersebut. Namun, para anjal dan pengemis kerap kembali beroperasi begitu petugas meninggalkan lokasi.

"Ada laporan di hotline terkait anak jalanan di kawasan Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman," kata Eri, Kamis (3/9/2026).

Eri menjelaskan bahwa pengawasan di sekitar area Makam Sunan Ampel rutin dilakukan setiap hari. Meski demikian, pergerakan anjal yang dinamis dan tidak menetap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

"Teman-teman dari Satpol PP Surabaya sudah turun ke lokasi. Pengawasan dilakukan setiap hari. Hanya saja, keberadaan mereka kadang ada, kadang tidak ada," ujarnya.

Baca juga: Anak Jalanan Bacok Pencari Rumput Lansia di Jombang, Pelaku Bonyok Dimassa

Ia merespons situasi "kucing-kucingan" ini dengan menyampaikan permohonan maaf kepada para peziarah yang merasa terganggu.

"Saya minta maaf kepada para peziarah. Ini sudah berulang kali ditertibkan dan dijaga teman-teman, tetapi tetap saja kembali lagi," tutur Eri.

Menanggapi keluhan yang terus berulang, Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan. Eri menginstruksikan Satpol PP untuk meningkatkan intensitas patroli di kawasan Ampel agar kondusivitas wilayah tetap terjaga.

"Insya Allah saya berkoordinasi dengan Satpol PP. Nanti pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel," tegasnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Minta Pembinaan Pengemis Diperkuat, Bukan Hanya Razia

Tak hanya penertiban, langkah pembinaan juga disiapkan. Anjal maupun pengamen yang terjaring razia akan dikirim ke UPTD Liponsos Keputih selama tiga hari untuk menjalani sanksi sosial.

Di sana, mereka akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari membersihkan lingkungan Liponsos hingga membantu memberi makan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Langkah ini diharapkan memberikan efek jera agar mereka tidak kembali turun ke jalan.

"Jadi, nanti para peziarah yang datang ke Ampel bisa merasa nyaman dan tidak terganggu. Semoga para peziarah tetap merasa aman dan nyaman di Ampel," pungkas Eri.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru