selalu.id - Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Tyas Alvin Papatria, langsung tancap gas setelah dilantik. Ia memasang target peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Dalam setahun ke depan, Alvin sapaan akrabnya, menargetkan seluruh pelanggan mendapat layanan dengan tekanan air minimal 2 meter kolom air.
Baca juga: Pemkot Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, Ini Syarat dan Kriteria Penilaiannya
Target tersebut menjadi salah satu fokus Alvin setelah resmi mendapat amanah memimpin PDAM Surya Sembada.
Ia mengatakan peningkatan tekanan air akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur perpipaan yang sebagian sudah berusia tua.
“Ambisi saya melayani masyarakat Surabaya 100 persen dengan minimal 2 meter kolom air dalam waktu setahun ke depan,” tegasnya usai hearing di Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (18/8/2026).
Alvin menambahkan, setelah target tersebut tercapai, tekanan air secara bertahap akan ditingkatkan hingga 3 meter kolom air.
Namun, langkah itu tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus disesuaikan dengan kemampuan jaringan perpipaan.
“Karena infrastruktur kita aging, harus kita lihat tekanannya berapa yang pas supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” bebernya.
Saat ini, Alvin mengaku tim PDAM tengah memetakan pola tekanan air, terutama pada siang dan malam hari. Pengaturan distribusi juga dilakukan untuk memastikan wilayah yang masih mengalami persoalan aliran air mendapat suplai lebih optimal.
Ia mencontohkan kawasan zona 3 yang menjadi salah satu perhatian. Tim PDAM diminta memastikan aliran air ke kawasan tersebut tetap maksimal tanpa mengganggu keseimbangan distribusi di zona lainnya.
“Kita harus menjaga keseimbangan. Tim saya sedang bekerja, saya minta zona 3 itu harus selalu ada air yang mengalir ke sana sebanyak mungkin tanpa mengurangi zona-zona yang lain,” tegas Alvin.
Baca juga: Kisah Pilu Bunga, Gadis Tunanetra Korban Kekerasan Seksual Anak Pelimik Panti Asuhan di Surabaya
Selain mengejar peningkatan layanan, pihaknya menargetkan tingkat kepuasan pelanggan atau SKP bisa mencapai 90 persen. PDAM juga akan fokus menekan tingkat kebocoran air serta melakukan konsolidasi keuangan perusahaan.
“Kita bekerja keras menurunkan tingkat kebocoran, konsolidasi keuangan, kemudian mendekatkan pelayanan. Kepuasan pelanggan kita coba sampai angka 90 persen,” katanya.
Alvin menyebut konsolidasi keuangan menjadi penting karena PDAM telah melakukan investasi cukup besar. Menurutnya, kesehatan keuangan perusahaan harus dijaga agar investasi berikutnya tetap memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat.
Ia menekankan setiap investasi harus dihitung berdasarkan kemampuan perusahaan dan prinsip value for money serta tata kelola perusahaan yang baik.
Di sisi lain, Alvin menanggapi persoalan sejumlah kawasan perumahan yang belum menggunakan layanan PDAM secara penuh.
Ia menegaskan PDAM pada prinsipnya siap memasok air, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pengembang beralih menggunakan layanan PDAM.
Baca juga: Penghuni Kos Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Sewa untuk KK dan KTP, Berikut Syaratnya
“PDAM itu sebagai pelayan. Kita tidak bisa memaksa mereka. Kalau ditanya bisa enggak kita layani, insya Allah bisa. Tapi yang membuat mereka berpindah ke kami bukan kami,” jelasnya.
Alvin mengatakan, keputusan mengenai sumber air yang digunakan pengembang berkaitan dengan perizinan pengambilan air baku yang berada pada institusi berwenang di luar PDAM. Karena itu, PDAM membuka peluang apabila pengembang bersedia bekerja sama.
“Kalau mereka bersedia, kita masuk. Itu saja intinya,” ujarnya.
Alvin menegaskan ingin menggunakan momentum kepemimpinan baru untuk mempercepat pembenahan internal, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Surabaya.
“Dari hari pertama saya langsung gaspol. Saya punya ambisi melayani masyarakat Surabaya sebaik mungkin,” pungkasnya.
Editor : Zein Muhammad