Kala Para Purnawirawan Jember Menantang Angin Pantai Pancer demi Sang Saka

Reporter : Ahmad Nurul Wijaya
PWRI Jember saat menggelar upacara HUT ke-81 RI di Pantai Pancer. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Sengatan angin laut dan debur ombak di Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Jember, menjadi saksi bisu sebuah pemandangan yang tak biasa pada Senin (17/8/2026).

Barisan lansia berseragam rapi berdiri tegap di atas pasir pantai, menantang usia dan terik matahari.

Baca juga: Dapat Remisi HUT RI, Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Dijadwalkan Bebas Awal 2028

Mereka bukan prajurit muda yang sedang berikrar, melainkan para pensiunan dan purnawirawan yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Jember, yang berkumpul untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah suasana yang penuh khidmat dan desir angin pesisir, H. Ahmad Sudiyono memimpin jalannya upacara bendera sebagai Inspektur Upacara.

Meski sebagian besar peserta telah menginjak usia kepala tujuh, aura ketegasan dan rasa cinta tanah air masih terpancar kuat dari raut wajah mereka yang bergaris.

Namun, kejutan sesungguhnya baru dimulai persis ketika protokol upacara dibubarkan.

Bukannya berjalan santai atau menaiki kendaraan dinas menuju titik kumpul, Ahmad Sudiyono justru dengan gesit menaiki seekor kuda.

Baca juga: Momen Kakanwil Kemenag Jatim Pimpin Doa untuk Korban Bencana di NTT hingga Sulteng

Aksi spontan sang pimpinan ini langsung menyedot perhatian seluruh peserta. Gelak tawa, tepuk tangan, dan rasa kagum membuncah seketika, mengubah suasana sakral menjadi momen kebersamaan yang hangat dan penuh warna.

"Semangat memperingati sejarah perjuangan kemerdekaan tidak boleh surut. Kami ingin menjadi contoh bagi generasi penerus agar memahami dan menghargai perjuangan para pahlawan," tutur Ahmad Sudiyono usai menunggangi kudanya.

Bagi veteran sipil ini, momen menunggang kuda di tepi pantai bukan sekadar atraksi hiburan. Ada pesan tersirat yang ingin disampaikan kepada generasi muda: pengabdian pada bangsa tak mengenal batas usia.

Ia menekankan bahwa jika pahlawan masa lalu bertaruh nyawa dengan bambu runcing dan senjata, maka perjuangan anak muda hari ini adalah mengisi kemerdekaan lewat ilmu, kreativitas, dan inovasi.

Baca juga: Upacara HUT ke-81 RI di Polda Jatim: Dari Refleksi Kemerdekaan hingga Apresiasi Personel

Tak lupa, Sudiyono juga menyuarakan apresiasi atas program sosial pemerintah seperti sekolah gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya sungguh-sungguh menyentuh rakyat kecil.

Langkah kaki kuda di atas pasir Pantai Pancer hari ini menjadi simbol penutup yang manis.

Para lansia Jember telah membuktikan satu hal: rambut boleh memutih dan usia terus bertambah, namun kobaran api nasionalisme di dada mereka akan tetap menyala sampai kapan pun.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru