selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menggandeng tokoh agama dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Bunga Desaku yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Mayang, Rabu (22/7/2026), dengan menghadirkan sekitar seribu guru ngaji dan perwakilan kelompok pengajian dari seluruh wilayah kecamatan.
Baca juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa guru ngaji memiliki posisi strategis di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai pembimbing keagamaan, tetapi juga sebagai penyambung informasi terkait berbagai layanan pemerintah.
Ia juga memaparkan sejumlah inovasi pelayanan publik yang kini semakin mudah diakses masyarakat. Salah satunya adalah pelayanan administrasi kependudukan yang telah tersedia di tingkat kecamatan, mulai dari pembuatan KTP elektronik, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran dan akta kematian.
"Kami ingin masyarakat tidak lagi direpotkan dengan urusan administrasi. Kalau masih menemukan pelayanan yang berbelit, silakan laporkan melalui layanan Wadul Gus'e di WhatsApp 0811-3031-1188," katanya.
Gus Fawait sapaan akrab Bupati menjelaskan bahwa untuk layanan perubahan elemen data kependudukan masih dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember.
Namun, bagi warga yang sakit atau memiliki keterbatasan mobilitas, pemerintah telah menyiapkan layanan jemput bola yang dapat dikoordinasikan melalui pemerintah kecamatan.
Selain menyampaikan berbagai kemudahan pelayanan, Bupati juga mengapresiasi dedikasi para guru ngaji dalam membangun karakter dan kehidupan religius masyarakat. Sebagai bentuk perhatian, Pemkab Jember telah menyalurkan honor guru ngaji sebelum Hari Raya Idulfitri.
Tak hanya itu, para guru ngaji juga telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah juga memberikan kesempatan kepada anak-anak guru ngaji untuk memperoleh akses melalui jalur khusus program beasiswa pendidikan tinggi.
Baca juga: Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga
Di bidang kesehatan, Fawait mengajak para guru ngaji ikut menyosialisasikan program layanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Menurutnya, warga ber-KTP Jember kini dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit di seluruh Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Fawait juga mengumumkan bahwa Pemkab Jember akan meluncurkan program Home Care pada 24 Juli 2026.
Program tersebut menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah bagi masyarakat yang sakit atau mengalami kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan.
Keterlibatan guru ngaji dan kelompok pengajian menjadi bagian penting dalam mempercepat penyebaran informasi mengenai program-program pemerintah hingga ke tingkat desa.
Saat ini, Pemkab Jember telah mendata sekitar 7.000 ketua kelompok pengajian di berbagai wilayah.
Pemerintah berencana memberikan honor kepada para ketua kelompok pengajian tersebut mulai September 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap peran mereka dalam pembinaan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan para tokoh agama, Pemerintah Kabupaten Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Editor : Zein Muhammad