MTS Ma'arif NU Ngaban Sidoarjo Perkuat Karakter dan Kompetensi Siswa Baru

Reporter : Ariyanto
Upacara Penutupan MATAMUDA MTS Ma’arif NU Ngaban, Tanggulangin, Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Penguatan karakter, pemetaan kemampuan akademik, dan pembiasaan budaya madrasah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MTs Ma’arif NU Ngaban, Tanggulangin, Sidoarjo.

Program yang diikuti 89 siswa baru itu resmi ditutup pada hari ini, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: KAI Tegaskan Shelter di Sidoarjo yang Diduga jadi Tempat Asusila Itu Bukan Asetnya

Kegiatan selama empat hari tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menyiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus memahami nilai-nilai yang menjadi karakter pendidikan di madrasah.

Kepala MTS Ma’arif NU Ngaban, Kiki Nur Hayatiningsih, mengatakan siswa baru yang diterima tahun ini berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam sehingga diperlukan penyesuaian kemampuan sejak awal, baik dalam aspek akademik maupun keagamaan.

“Anak-anak yang datang ke sini berasal dari berbagai latar belakang, baik dari MI maupun SD, sehingga kemampuan agama dan akademiknya tidak sama. Karena kami adalah madrasah, penguatan pendidikan agama menjadi perhatian utama, namun tetap tidak meninggalkan pendidikan umum,” terangnya.

Sebagai langkah awal, seluruh peserta mengikuti placement test untuk mengukur kemampuan dasar, khususnya bahasa Inggris. Hasilnya digunakan sebagai dasar pengelompokan kelas dalam program Modern Language School yang menjadi salah satu unggulan madrasah.

Selain itu, siswa mendapatkan materi pengenalan madrasah sesuai pedoman Kementerian Agama, pembinaan kedisiplinan melalui latihan baris-berbaris dari Koramil Tanggulangin, serta penyuluhan mengenai kenakalan remaja dan bahaya penyalahgunaan narkoba dari Puskesmas Tanggulangin.

Di tengah persaingan penerimaan peserta didik baru dengan sejumlah SMP dan MTS di wilayah Tanggulangin dan Candi, MTs Ma’arif NU Ngaban terus berupaya meningkatkan daya tarik melalui berbagai program unggulan. 

Tahun ini terdapat 103 calon siswa yang mendaftar, namun 89 siswa melakukan daftar ulang dan mengikuti MATAMUDA.

Baca juga: Kawal RUU Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial, SPN Suarakan Perlindungan Buruh di Sidoarjo

Menurut Kiki, jumlah tersebut masih memenuhi target internal madrasah meski sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 124 siswa. Sebagian calon siswa diketahui memilih sekolah negeri setelah adanya penambahan kuota penerimaan.

“Kami sekolah swasta sudah berupaya semaksimal mungkin. Harapannya, jika kuota sekolah negeri sudah terpenuhi, tidak ada lagi penambahan kuota sehingga persaingan dapat berjalan lebih sehat,” jelasnya.

Untuk memperluas akses pendidikan, madrasah memberikan pembebasan biaya pendaftaran dan biaya pendidikan selama satu tahun bagi siswa tahfidz dengan hafalan minimal tiga juz serta siswa yatim. Program tersebut juga diperkuat melalui dukungan donatur bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Tahun ini ada siswa baru yang sudah memiliki hafalan delapan juz sehingga seluruh biayanya kami gratiskan selama satu tahun. Begitu juga siswa yatim dan siswa dari keluarga kurang mampu,” papar Kiki.

Sementara itu, Humas MTS Ma’arif NU Ngaban, Firmanto, mengatakan jumlah peserta didik yang saat ini belajar di madrasah tersebut mencapai sekitar 333 siswa. 

Baca juga: Shelter Mangkrak Milik KAI di Sidoarjo Diduga jadi Tempat Asusila, Begini Jawaban Warga hingga Polisi

Menurutnya, capaian itu menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap madrasah yang telah terakreditasi A tersebut.

“MTS Ma’arif NU Ngaban yang telah terakreditasi A terus berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas yang memadukan prestasi akademik, penguatan karakter, dan nilai-nilai keislaman," katanya.

"Dengan dukungan tenaga pendidik yang kompeten serta berbagai kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa, kami berupaya mencetak generasi yang berprestasi, berakhlakul karimah, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambah Firmanto.

Dengan berakhirnya MATAMUDA, seluruh siswa baru diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat dan siap mengikuti proses pembelajaran yang memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta pembentukan karakter.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru