56 RT Tambak Wedi Surabaya Kompak Tolak Mutasi Lurah Fian, Minta Jabatannya Dikembalikan

Reporter : Ade Resty
Warga Tambak Wedi Surabaya kompak tolak mutasi lurahnya oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Gelombang penolakan terhadap mutasi Lurah Tambak Wedi Surabaya, Muhammad Yusufian, menguat.

Tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), hingga tokoh pemuda menggelar rapat sebagai bentuk sikap bersama dalam menyikapi keputusan Pemerintah Kota Surabaya.

Baca juga: Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Teknologi Terbaru hingga Tingkatkan Daya Saing

Rapat yang berlangsung pada Kamis (9/7) itu dihadiri perwakilan RW 01 hingga RW 04 yang membawahi 56 RT. 

Mereka sepakat menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar membatalkan mutasi dan mengembalikan Muhammad Yusufian sebagai Lurah Tambak Wedi.

Ketua RW 01 Tambak Wedi, Achmad Sholeh, mengatakan keputusan mutasi tersebut membuat masyarakat terkejut. Menurutnya, Muhammad Yusufian selama ini dikenal aktif turun ke lapangan dan cepat merespons berbagai persoalan warga.

“Kami sangat kecewa dan sedih. Mutasi ini membuat syok seluruh elemen masyarakat di Tambak Wedi,” ungkapnya, Jumat (10/7/2026).

Senada, Ketua RW 03 Tambak Wedi, Ade Sugiarto, menyebut seluruh peserta rapat memiliki pandangan yang sama. Warga berharap Pemkot Surabaya mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

Baca juga: Sempat Disegel, Proyek Gedung PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya Kini Kantongi Izin Lengkap

“Kami sudah merasakan angin segar di bawah kepemimpinan Pak Fian. Beliau adalah pemimpin yang memahami kondisi warganya dan memiliki gagasan yang cemerlang untuk kemajuan Tambak Wedi,” kata Ade.

Menurut warga, salah satu program yang menjadi alasan kuat mereka mendukung Muhammad Yusufian adalah Kopasga (Ngopi Bareng Warga). 

Program tersebut digelar rutin setiap bulan secara bergilir di setiap RW sebagai forum dialog langsung antara lurah, perangkat kelurahan, dan masyarakat.

Melalui kegiatan itu, berbagai persoalan lingkungan, pelayanan administrasi, hingga usulan pembangunan dibahas secara terbuka. Warga menilai pola pelayanan yang turun langsung ke kampung membuat penyelesaian masalah menjadi lebih cepat.

Baca juga: Wali Kota Eri Tak Segan Copot Camat-Lurah yang Tak Bisa Kerja untuk Warga Surabaya

Dalam rapat tersebut, masyarakat juga menyepakati sejumlah poin sikap. Selain meminta mutasi dibatalkan, mereka menilai pemerintah sebagai pelayan masyarakat perlu mempertimbangkan aspirasi warga dalam setiap pengambilan keputusan.

“Kami berkumpul di sini menyatukan suara untuk meminta Bapak Wali Kota Surabaya mengabulkan aspirasi kami. Mencari pemimpin seperti Pak Fian bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, sangat sulit,” papar Ade.

Aspirasi itu akan disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Kota Surabaya dengan harapan Muhammad Yusufian dapat kembali memimpin Tambak Wedi dan melanjutkan program-program yang dinilai membawa dampak positif bagi pelayanan publik dan pembangunan lingkungan.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru