selalu.id - Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang terus memperkuat penataan operasional dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di Kalimantan Tengah.
Penguatan operasional dilakukan melalui optimalisasi penataan lapangan penumpukan (container yard), digitalisasi administrasi pelayanan, pemeliharaan berkala peralatan bongkar muat, serta penyempurnaan pola operasi terminal. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas terminal dan memberikan kepastian layanan kepada pengguna jasa.
Baca juga: Arus Logistik Nasional Bergerak Positif, Neraca Dagang Surplus USD5,64 Miliar
Sejalan dengan itu, TPK Bagendang terus memperkuat budaya K3 di seluruh area kerja. Implementasi tersebut diwujudkan melalui disiplin penggunaan alat pelindung diri (APD), inspeksi keselamatan secara berkala, penyediaan jalur evakuasi sesuai standar, serta peningkatan kesadaran pekerja dan pengguna jasa terhadap prosedur keselamatan.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan peningkatan pelayanan harus berjalan seiring dengan penguatan budaya keselamatan kerja.
"Operasional yang tertata dan budaya K3 yang kuat menjadi kunci dalam memberikan layanan yang berkualitas. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan agar setiap aktivitas di terminal berjalan secara aman, efektif, dan sesuai standar," ujarnya.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari para pemangku kepentingan. Sekretaris DPW ALFI/ILFA Kalimantan Tengah, Budi Hariono, menilai penerapan K3 menjadi pondasi penting dalam mendukung kelancaran aktivitas logistik.
Baca juga: Arus Peti Kemas Internasional Tumbuh 11 Persen, Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi Nasional
"Kami mengapresiasi komitmen Pelindo yang terus memperkuat budaya K3. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi dasar bagi kelancaran operasional logistik," katanya.
Hal senada disampaikan Branch Manager PT Salam Pacific Indonesia Lines Sampit, Christofel Herman Soselisa, yang menilai kolaborasi antara operator pelabuhan dan pengguna jasa menjadi faktor penting dalam membangun budaya keselamatan.
"Keterlibatan seluruh pengguna jasa dalam penerapan K3 menjadi langkah positif untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan sekaligus mendukung kelancaran operasional pelabuhan," ujarnya.
Baca juga: Kejar Operasional Rendah Emisi, TPK Semarang Terapkan Sistem GRK Internasional
Sebagai bagian dari transformasi operasional, TPK Bagendang juga mulai mengembangkan sistem pengawasan K3 berbasis digital untuk mendukung pemantauan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan pengelolaan risiko di lingkungan kerja.
Melalui penguatan operasional dan implementasi K3, PT Pelindo Terminal Petikemas terus berupaya menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin berkualitas serta mendukung kelancaran distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor : Redaksi