Kenapa Panel Surya Lampu Lalulintas Tak Fungsi saat Listrik Padam di Surabaya, Cuma Pajangan?

Reporter : Ade Resty
Ilustrasi traffic light. (Dok. Google Gemini).

selalu.id - Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Surabaya baru-baru ini dikeluhkan warga. Tak terkecuali traffic light (lampu lalulintas) di persimpangan jalan yang turut padam.

Padahal, lampu lalulintas selama ini telah dilengkapi panel surya (solar cell) yang seharusnya berfungsi sebagai sumber energi cadangan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Raih Penghargaan RTLH Tertinggi se-Jatim, Siap Tuntaskan pada 2027

“Serius tanya, solar cell yang terpasang pada traffic light tujuannya kan agar tetap menyala saat listrik padam. Atau memang cuma variasi saja dipasang di situ?,” tulis akun X @jeremyjh97 seperti dilihat selalu.id, Selasa (23/6/2026).

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan juga mengaku menerima sejumlah laporan terkait lampu lalu lintas yang tidak berfungsi saat terjadi pemadaman listrik di Kota Pahlawan.

Salah satu laporan datang dari kawasan perempatan Tuwowo yang mengalami kemacetan akibat traffic light mati.

“Ada laporan yang masuk ke saya. Di beberapa titik lampu lalu lintas mati, salah satunya di perempatan Tuwowo,” katanya.

Menurut Eri, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan gangguan listrik, tetapi juga lemahnya koordinasi antara PT PLN dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.

Ia menilai Dishub tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan langkah antisipasi karena tidak mendapatkan informasi lebih awal terkait pemadaman.

“PLN tidak koordinasi dengan Dinas Perhubungan, sehingga Dishub tidak punya cukup waktu menyiapkan genset maupun personel pengatur lalu lintas. Akibatnya sempat terjadi kemacetan. Kalau tidak salah ada sekitar 12 lampu merah yang mati,” jelas Eri.

Baca juga: Insiden Lampu Lalulintas Mati di Surabaya, DPRD Minta Audit Seluruh Panel Surya

Namun yang paling menjadi perhatian adalah fungsi solar cell yang seharusnya menjadi sistem cadangan ketika pasokan listrik utama terputus.

Eri mengakui terdapat sejumlah kendala teknis pada fasilitas tersebut. Karena itu, ia telah meminta Dishub segera melakukan pengecekan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Memang banyak pertanyaan soal solar cell. Ada beberapa kendala teknis yang perlu diperbaiki. Saya sudah telepon Kepala Dinas Perhubungan agar segera dibenahi sehingga ketika ada kondisi seperti kemarin, solar cell bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Tak hanya lampu lalu lintas, Komisi C DPRD Surabaya juga meminta audit terhadap seluruh panel surya yang digunakan untuk penerangan jalan umum (PJU).

Menurut Eri, evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh perangkat yang selama ini dipasang masih berfungsi optimal dan tidak sekadar menjadi pelengkap infrastruktur.

Baca juga: DPRD Surabaya Sebut Lemahnya Koordinasi PLN dengan Dishub jadi Pemicu Lampu Lalulintas Mati

“Kita minta dicek dan diaudit ulang. Apakah masih berfungsi atau tidak. Kalau ada kendala teknis, harus diketahui penyebabnya dan segera diperbaiki,” tegasnya.

Selain meminta evaluasi solar cell, DPRD juga menyoroti minimnya pemberitahuan kepada masyarakat terkait pemadaman listrik. 

Kata Eri, pemadaman mendadak tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menghambat pelayanan publik dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

“Kalau tidak ada pemberitahuan, dampaknya besar. Bukan hanya kemacetan, tapi juga rawan kecelakaan ketika lampu lalu lintas mati mendadak,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru