selalu.id - Pencegahan pencemaran plastik sungai di Indonesia untuk menekan kebocoran sampah dari aliran sungai ke laut terus digalakkan pemerintah.
Komitmen itu ditunjukkan langsung Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan peluncuran program di Kota Surabaya.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat
Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.
"Harapannya nanti Surabaya menjadi kota percontohan di antara lima lokasi target, sehingga daerah lain bisa meniru skema penanganan yang sudah berjalan sukses," kata Staf Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Ahmad Didin usai peluncuran program di Kantor Bapeko Surabaya, Jumat (5/6/2026).
Dalam program ini, mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tersebut.
Untuk di Surabaya, pencegahan pencemaran plastik sungai difokuskan di Kali Tebu, Kali Mrutu dan akan berlanjut di Sidoarjo, Solo, Bekasi serta Bali.
"Kegiatannya nanti mulai dari pembersihan dan penyaringan sampah di sungai, pemetaan aliran sampah, penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga edukasi pemilahan sampah dari sumbernya," papar Didin.
Baca juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya
Sedangkan untuk pelaksanaan program, diserahkan kepada United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia sebagai pelaksana lapangan yang mendampingi pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan kegiatan di wilayah sasaran.
"Selain melakukan pembersihan sampah di sungai, program ini juga mendorong pengurangan timbulan sampah melalui perubahan perilaku masyarakat agar sampah tidak masuk ke saluran air dan sungai," jelasnya.
Kepala Kelompok Kerja Perubahan Perilaku Masyarakat Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Sri Murwani Nurfadhila Astuti mengatakan, keberhasilan program tersebut bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
"Kami mendorong masyarakat untuk membatasi serta memilah sampah dari sumbernya agar memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sungai," katanya.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya M. Fikser menambahkan, kegiatan pembersihan di Kali Tebu dan Kali Mrutu saat ini mampu menyaring rata-rata satu ton sampah per hari sebelum terbawa ke perairan yang lebih luas.
Upaya tersebut sejalan dengan target Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengurangi timbulan sampah melalui optimalisasi rumah pengelolaan sampah daur ulang dan penguatan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
"Target Pak Wali Kota Surabaya (Eri Cahyadi) kepada kami adalah sampah harus berkurang hingga 40 persen melalui optimalisasi rumah pengelolaan sampah daur ulang," jelasnya.
Editor : Arif Ardianto