Tak Hanya Jalan Lingkar, DPRD Dorong RS Selatan dan Utara Segera Dibangun

Reporter : Ade Resty
RSUD dr Soewandhie Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama dalam arah pembangunan Kota Surabaya.

Di tengah tantangan fiskal dan kebutuhan kota yang terus berkembang, DPRD Surabaya menilai sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara merata.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri menilai perkembangan infrastruktur Surabaya dalam beberapa tahun terakhir berjalan cukup signifikan dan terukur.

Menurut dia, pembangunan kota kini diarahkan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Dalam RPJMD Surabaya 2025–2029, sejumlah proyek strategis diprioritaskan mulai pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), peningkatan drainase, hingga pengembangan transportasi perkotaan,” katanya, Selasa (2/6/2026).

Sementara capaian pembangunan yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur lingkungan.

Pemkot bersama DPRD disebut terus mendorong normalisasi saluran, pembangunan box culvert, rumah pompa, hingga peningkatan drainase di berbagai wilayah.

Selain itu, perbaikan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, dan penataan ruang publik dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas dan kenyamanan warga sehari-hari.

Politikus yang akrab disapa Kaji Ipuk ini menegaskan, DPRD memiliki peran penting memastikan pembangunan tidak hanya fokus pada proyek besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“DPRD menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan penyerapan aspirasi masyarakat melalui reses, musrenbang, hingga pembahasan APBD,” jelasnya.

Kaji Ipuk menambahkan, sinergi antara legislatif dan Pemkot Surabaya selama ini berjalan melalui proses perencanaan dan penganggaran bersama.

Baca juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Menurut dia, kesepakatan arah pembangunan dalam RPJMD menjadi bukti adanya komitmen bersama untuk memperkuat infrastruktur dan pelayanan publik.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menilai pembangunan infrastruktur strategis akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Surabaya ke depan.

Pembangunan JLLB, JLDB, hingga kawasan permukiman akan memperkuat konektivitas kota dan memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Jika infrastruktur sudah terhubung satu sama lain, maka akan memudahkan distribusi barang dan jasa, sekaligus menciptakan kluster pertumbuhan ekonomi baru yang menyerap lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Fathoni juga mendorong percepatan pembangunan rumah sakit di kawasan Surabaya Selatan dan Utara melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU/KBBU). Menurut dia, pemerataan layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak.

Baca juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

“Surabaya pusat ada RS Soewandhie, timur ada RS EC, barat ada RS BDH. Maka masyarakat Surabaya selatan dan utara juga harus mendapatkan layanan kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal mereka,” paparnya.

Selain proyek strategis, Fathoni menyebut keluhan masyarakat yang paling sering diterimanya berkaitan dengan saluran air kampung yang belum terkoneksi secara merata.

Karena itu, pembangunan saluran dan paving kampung disebut bakal menjadi fokus dalam APBD 2027 dan 2028 sebagai bagian dari pengendalian banjir kota.

Ia juga menyoroti akses jalan menuju kawasan tambak di pesisir timur Surabaya yang dinilai masih perlu perhatian. Menurut dia, kawasan itu berpotensi menjadi penopang ketahanan pangan apabila didukung infrastruktur memadai.

“Saya berharap kawasan timur Surabaya bisa menjadi role model ketahanan pangan, dengan dukungan jalan yang layak dan pembangunan cold storage agar hasil tambak memiliki nilai tambah,” tandas Toni.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru