selalu.id - Pengurus Kabupaten IPSI Sidoarjo mulai memetakan kekuatan atlet muda melalui Kejuaraan Pencak Silat Piala Kapolresta Cup I dan Pekan Olahraga Kabupaten (POPKAB) 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna Polresta Sidoarjo.
Ajang yang berlangsung hingga 16 Mei itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi POPDA Jawa Timur 2026 serta Porprov Jatim 2027.
Baca juga: Woodball Surabaya Wadul ke Dewan, Keluhkan Fasilitas Latihan Jelang Porprov 2027
Ratusan atlet dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Selain menjadi arena kompetisi, IPSI Sidoarjo memanfaatkan event itu untuk menyusun “Bank Atlet” sebagai basis pembinaan jangka panjang.
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih turut hadir dalam pembukaan kejuaraan bersama Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Komisi Disiplin IPSI Sidoarjo Kuswandi, Sekretaris Umum IPSI Sidoarjo Darso, jajaran pengurus IPSI, serta perwakilan perguruan pencak silat se-Kabupaten Sidoarjo.
Ketua IPSI Sidoarjo, Anang Siswandoko menilai tingginya partisipasi peserta menjadi indikator positif perkembangan pencak silat di Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan sehingga diperlukan sistem pendataan dan pemantauan sejak usia dini.
“Kejuaraan ini menjadi sarana menjaring atlet-atlet terbaik yang nantinya dipersiapkan menuju POPDA Jawa Timur,” kata Anang.
IPSI Sidoarjo, mulai menyiapkan pola pembinaan berkelanjutan melalui program Bank Atlet. Program tersebut disusun untuk memudahkan pemetaan kemampuan atlet sekaligus mempersiapkan regenerasi menghadapi berbagai event tingkat daerah maupun provinsi.
“Kami ingin melihat sejauh mana potensi atlet-atlet Sidoarjo. Bank Atlet ini dipersiapkan sejak usia dini agar saat ada kejuaraan, kita sudah siap,” tegas dia, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027
Dalam kejuaraan tersebut, panitia mempertandingkan nomor tanding, tunggal ganda regu (TGR), solo kreatif, serta kategori prestasi POPKAB tingkat remaja. Peserta dibagi dalam kelompok usia dini 1, usia dini 2, pra-remaja, dan remaja.
Selain aspek prestasi, IPSI Sidoarjo juga menekankan profesionalitas pembinaan atlet. Para peserta nantinya akan menjalani pendampingan oleh tim teknik dan pelatih berpengalaman yang pernah turun di level nasional.
IPSI bahkan menargetkan minimal tiga agenda pertandingan digelar setiap tahun agar atmosfer kompetisi tetap terjaga.
Delegasi Teknik IPSI Sidoarjo, Wigati Ningsih menyebut kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada perebutan medali, melainkan juga memperluas regenerasi atlet pencak silat di daerah.
Menurutnya, pencak silat kini menjadi bagian dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sehingga pembinaan usia muda menjadi kebutuhan penting.
“Pencak silat sudah masuk DBON, sehingga regenerasi harus terus berjalan. Apalagi ada harapan pencak silat bisa masuk Olimpiade,” jelas Ningsih.
Sekitar 150 atlet tercatat mengikuti kategori prestasi yang diproyeksikan untuk POPDA Jawa Timur.
Para juara nantinya masih akan menjalani seleksi lanjutan melalui sistem promosi dan degradasi sebelum ditetapkan sebagai atlet inti.
IPSI Sidoarjo juga mulai menyiapkan training center (TC) jangka panjang mulai Januari 2027 dengan dukungan anggaran dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sidoarjo.
Setelah hanya meraih satu medali emas pada Porprov sebelumnya, IPSI kini membidik peningkatan prestasi dengan target tiga emas pada Porprov Jawa Timur 2027.
Editor : Zein Muhammad