Selasa, 13 Okt 2026 09:47 WIB

Surabaya Printing Expo 2026: Perkuat Teknologi Baru, Perluas Peluang Bisnis

Surabaya Printing Expo 2026, yang bakal digelar pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. (Foto: selalu.id).
Surabaya Printing Expo 2026, yang bakal digelar pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. (Foto: selalu.id).

selalu.id - Industri percetakan di Jawa Timur terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan kemasan produk, label, digital printing, hingga layanan bagi pelaku e-commerce.

Tren tersebut mendorong pelaku usaha berinvestasi pada teknologi produksi yang lebih cepat, hemat energi, dan efisien.

Baca Juga: Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Teknologi Terbaru hingga Tingkatkan Daya Saing

Perkembangan tersebut menjadi latar penyelenggaraan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang akan berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya.

Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran industri percetakan terbesar di Indonesia Timur ini akan diikuti lebih dari 150 peserta, termasuk 10 pelaku UMKM, dengan target 15.000 pengunjung selama empat hari.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan SPE 2026 tidak sekadar menjadi ajang memamerkan mesin percetakan terbaru, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis bagi pelaku industri.

"Surabaya Printing Expo 2026 kami harapkan menjadi momentum bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terbaru, menghadirkan solusi produksi yang lebih inovatif, sekaligus memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan," katanya saat konferensi pers di Surabaya, Jumat (3/7/2026).

Selama pameran, pengunjung dapat melihat langsung perkembangan teknologi digital printing, offset printing, UV printing, 3D printing, hingga web-based printing system yang menawarkan proses produksi lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani, menilai kondisi  ekonomi saat ini membuat pelaku usaha harus semakin cermat mengelola biaya produksi.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara menjaga daya saing industri.

"Teknologi terbaru mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi limbah, sekaligus mempercepat proses produksi. Efisiensi menjadi faktor penting agar pelaku usaha tetap kompetitif," jelasnya.

Ahmad menyebut industri grafika kini mengalami pergeseran pasar. Permintaan terhadap industrial packaging, labeling, creative printing, dan internet printing untuk kebutuhan e-commerce terus meningkat, sementara pasar percetakan komersial konvensional mulai melambat.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Sekitar 80 persen anggota PPGI merupakan pelaku UMKM. Karena itu, mereka didorong melakukan diversifikasi usaha dengan menggarap pasar smart packaging dan otomatisasi percetakan yang masih memiliki prospek pertumbuhan besar.

Ia juga mengungkapkan nilai pasar industri percetakan nasional diperkirakan mencapai Rp190 triliun per tahun, yang sebagian besar ditopang sektor kemasan dan percetakan komersial.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Yudi Ariyanto, mengatakan industri percetakan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor manufaktur.

"Hampir seluruh sektor industri membutuhkan jasa percetakan, mulai dari makanan dan minuman, farmasi hingga berbagai produk lainnya. Karena itu, industri percetakan ikut menopang pertumbuhan industri pengolahan di Jawa Timur," terangnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 99 persen pelaku industri percetakan di Jawa Timur merupakan usaha mikro dan kecil. Meski didominasi UMKM, subsektor tersebut menyumbang hampir 5 persen terhadap industri pengolahan di Jawa Timur serta turut berkontribusi melalui aktivitas ekspor.

Selain menghadirkan teknologi terbaru, SPE 2026 juga menyiapkan berbagai seminar dan workshop bagi pelaku industri, UMKM, desainer grafis, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Salah satu agenda unggulan adalah workshop

Baca Juga: IIFEX dan ALLPACK Surabaya 2026, Cara Krista Exhibitions Dukung Ekonomi Jatim

"Dari Ide ke Merchandise: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif", yang membahas pemanfaatan AI untuk mempercepat proses desain dan meningkatkan nilai tambah produk.

Penyelenggara juga menggelar seminar "Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk" yang mengulas strategi membangun merek, inovasi kemasan, hingga pengembangan produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Ajang tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan Surabaya, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), serta Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).

Pameran dibuka untuk umum pada 8–11 Juli 2026 mulai pukul 10.00–19.00 WIB di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. Pengunjung dapat melakukan registrasi secara daring melalui laman resmi Krista Exhibitions maupun langsung di lokasi penyelenggaraan.

Melalui penyelenggaraan SPE 2026, pelaku industri grafika diharapkan semakin cepat mengadopsi teknologi baru, memperluas peluang bisnis, serta meningkatkan daya saing industri percetakan di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Viral Penghulu Marahi Fotografer saat Akad Nikah di Mojokerto, Berujung Saling Memaafkan

Sang fotografer, yang belakang diketahui bernama M. Arwani, itu pun menyampaikan pesan tersebut kepada sang penghulu.

Top 5 Berita: Petik Jambu hingga Bayi Meninggal usai Diberi Makan Telur

Kelima berita yang banyak dibaca sangat bervariasi mulai feature hingga peristiwa menyayat hati.

Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kilogram, Siap-siap Inflasi Makin Pedas

Merespons kondisi tersebut, LPEM FEB UI mendorong pemerintah untuk memperkuat rantai distribusi dan pemerataan pasokan antarwilayah.

Penjelasan PSI Surabaya di Balik Foto Viral Pertemuan dengan Kader PDIP

Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa PSI Surabaya selalu terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk para politisi maupun kader dari partai lain untuk bergabung.

Dugaan Video Call Mesra dengan Pria Tersebar, Ruben Onsu Lapor ke Polda Metro Jaya

Saat ini, laporan tersebut telah diterima Polda Metro Jaya dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

PSI Surabaya Sebut Bakal Banyak Kader Partai Lain Bergabung Jelang Pemilu 2029

Di tengah dinamika perpindahan kader tersebut, Yuga menyatakan optimistis menghadapi agenda politik atau Pemilu pada 2029.