Selasa, 18 Agu 2026 18:43 WIB

Surabaya Printing Expo 2026: Perkuat Teknologi Baru, Perluas Peluang Bisnis

Surabaya Printing Expo 2026, yang bakal digelar pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. (Foto: selalu.id).
Surabaya Printing Expo 2026, yang bakal digelar pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. (Foto: selalu.id).

selalu.id - Industri percetakan di Jawa Timur terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan kemasan produk, label, digital printing, hingga layanan bagi pelaku e-commerce.

Tren tersebut mendorong pelaku usaha berinvestasi pada teknologi produksi yang lebih cepat, hemat energi, dan efisien.

Baca Juga: Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Teknologi Terbaru hingga Tingkatkan Daya Saing

Perkembangan tersebut menjadi latar penyelenggaraan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang akan berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya.

Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran industri percetakan terbesar di Indonesia Timur ini akan diikuti lebih dari 150 peserta, termasuk 10 pelaku UMKM, dengan target 15.000 pengunjung selama empat hari.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan SPE 2026 tidak sekadar menjadi ajang memamerkan mesin percetakan terbaru, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis bagi pelaku industri.

"Surabaya Printing Expo 2026 kami harapkan menjadi momentum bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terbaru, menghadirkan solusi produksi yang lebih inovatif, sekaligus memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan," katanya saat konferensi pers di Surabaya, Jumat (3/7/2026).

Selama pameran, pengunjung dapat melihat langsung perkembangan teknologi digital printing, offset printing, UV printing, 3D printing, hingga web-based printing system yang menawarkan proses produksi lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani, menilai kondisi  ekonomi saat ini membuat pelaku usaha harus semakin cermat mengelola biaya produksi.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara menjaga daya saing industri.

"Teknologi terbaru mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi limbah, sekaligus mempercepat proses produksi. Efisiensi menjadi faktor penting agar pelaku usaha tetap kompetitif," jelasnya.

Ahmad menyebut industri grafika kini mengalami pergeseran pasar. Permintaan terhadap industrial packaging, labeling, creative printing, dan internet printing untuk kebutuhan e-commerce terus meningkat, sementara pasar percetakan komersial konvensional mulai melambat.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Sekitar 80 persen anggota PPGI merupakan pelaku UMKM. Karena itu, mereka didorong melakukan diversifikasi usaha dengan menggarap pasar smart packaging dan otomatisasi percetakan yang masih memiliki prospek pertumbuhan besar.

Ia juga mengungkapkan nilai pasar industri percetakan nasional diperkirakan mencapai Rp190 triliun per tahun, yang sebagian besar ditopang sektor kemasan dan percetakan komersial.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Yudi Ariyanto, mengatakan industri percetakan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor manufaktur.

"Hampir seluruh sektor industri membutuhkan jasa percetakan, mulai dari makanan dan minuman, farmasi hingga berbagai produk lainnya. Karena itu, industri percetakan ikut menopang pertumbuhan industri pengolahan di Jawa Timur," terangnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 99 persen pelaku industri percetakan di Jawa Timur merupakan usaha mikro dan kecil. Meski didominasi UMKM, subsektor tersebut menyumbang hampir 5 persen terhadap industri pengolahan di Jawa Timur serta turut berkontribusi melalui aktivitas ekspor.

Selain menghadirkan teknologi terbaru, SPE 2026 juga menyiapkan berbagai seminar dan workshop bagi pelaku industri, UMKM, desainer grafis, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Salah satu agenda unggulan adalah workshop

Baca Juga: IIFEX dan ALLPACK Surabaya 2026, Cara Krista Exhibitions Dukung Ekonomi Jatim

"Dari Ide ke Merchandise: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif", yang membahas pemanfaatan AI untuk mempercepat proses desain dan meningkatkan nilai tambah produk.

Penyelenggara juga menggelar seminar "Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk" yang mengulas strategi membangun merek, inovasi kemasan, hingga pengembangan produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Ajang tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan Surabaya, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), serta Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).

Pameran dibuka untuk umum pada 8–11 Juli 2026 mulai pukul 10.00–19.00 WIB di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. Pengunjung dapat melakukan registrasi secara daring melalui laman resmi Krista Exhibitions maupun langsung di lokasi penyelenggaraan.

Melalui penyelenggaraan SPE 2026, pelaku industri grafika diharapkan semakin cepat mengadopsi teknologi baru, memperluas peluang bisnis, serta meningkatkan daya saing industri percetakan di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kisah Pilu Bunga, Gadis Tunanetra Korban Kekerasan Seksual Anak Pelimik Panti Asuhan di Surabaya

Melalui peristiwa kelam ini, polisi mengingatkan masyarakat untuk tak lagi berdiam diri. Apabila menjadi korban, untuk tidak takut melapor.

8 Wisata Semarang Ternyaman dan Murah Cocok untuk Liburan Bareng Anak

Setiap tempat di wisata Semarang menghadirkan pengalaman berbeda sesuai karakter alam di sekitarnya. Cocok banget untuk liburan bareng keluarga.

Pabrik Mi di Glatik Mojokerto Kebakaran, Karyawan Semburat

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran tersebut.

Penghuni Kos Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Sewa untuk KK dan KTP, Berikut Syaratnya

Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi bagi warga yang selama ini tinggal di kos, tetapi kesulitan menyesuaikan alamat administrasi dengan tempat tinggalnya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Naik Lumayan Lagi Bosku, Ini Rincian Lengkapnya

Meski demikian, harga emas Antam masih bisa menguat di resisten pertama Rp2.865.000 per gram dan resisten kedua di Rp2.980.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Hari yang Cerah, Waktunya Berkreasi dan Raih Mimpimu

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.