selalu.id - RSUD dr Soetomo Surabaya memastikan pasien yang meninggal dunia saat insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT), bukan disebabkan paparan asap.
Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa menegaskan, pasien tersebut memang berada dalam kondisi kritis dan telah menggunakan berbagai alat bantu penopang organ vital.
Baca juga: Potret Jalan Nias Surabaya yang Semrawut
“Kondisi pasien sudah tersupport oleh tiga organ yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Pasien juga sedang on the way cuci darah,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (15/5/2026).
Baca juga: Daftar 3 Layanan Publik Buruk di Surabaya, Camat dan Lurahnya Disebut Kerja Seenaknya Sendiri
Prof Cita mengatakan bahwa selama proses evakuasi berlangsung, alat bantu medis pasien tetap berfungsi dan tidak sempat diputus.
Karena itu, pihak rumah sakit menilai kematian pasien tidak berkaitan langsung dengan insiden asap di gedung PPJT.
Baca juga: Wali Kota Eri Wajibkan Pejabat Perempuan di Surabaya Dapat Izin Suami, Ini Risikonya Bila Dilanggar
“Bukan karena asap, karena semuanya tersupport oleh mesin. Pada waktu dievakuasi pun support mesin tidak diputus,” tegasnya.
Editor : Zein Muhammad