Jumat, 14 Agu 2026 20:09 WIB

Wali Kota Eri Wajibkan Pejabat Perempuan di Surabaya Dapat Izin Suami, Ini Risikonya Bila Dilanggar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Jun 2026 16:16 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat pelantikan pejabat perempuan. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat pelantikan pejabat perempuan. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Rencana mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dipastikan mundur dari jadwal semula. 

Penundaan itu dilakukan karena Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) perempuan yang akan menduduki jabatan strategis lebih dulu memperoleh izin atau ridha dari suami.

Baca Juga: Remaja 15 Tahun di Surabaya Meninggal Gantung Diri, Tinggalkan Pesan Menyentuh

Menurut Eri, syarat tersebut diberlakukan lantaran pejabat perempuan yang menjadi ujung tombak pelayanan publik, seperti camat, lurah, maupun kepala dinas, kerap harus bekerja hingga malam hari.

Ia ingin memastikan tugas pelayanan kepada masyarakat tidak menimbulkan persoalan di dalam keluarga.

"Insya Allah kita juga akan ada mutasi. Harusnya besok mutasinya, cuma kemarin saya juga sampaikan karena pekerjaan ini berat, maka saya meminta terutama yang perempuan itu mencari ridha suaminya," kata Eri, Selasa (30/6/2026).

Eri menjelaskan, izin suami menjadi syarat wajib bagi ASN perempuan yang akan menempati posisi pimpinan di lapangan.

"Karena saya minta yang perempuan-perempuan ini minta izin suaminya harus fardhu ain. Karena dia ada yang keluar malam, ada yang menjaga malam," jelasnya.

Ia bahkan meminta pejabat perempuan yang tidak memperoleh persetujuan suami untuk mengundurkan diri dari jabatan yang mengharuskan mereka bertugas hingga malam.

"Kalaupun ada yang tidak diizinkan, maka saya meminta mereka untuk mengundurkan diri," tegas Eri.

Baca Juga: PDAM Surabaya Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin Pengelolaan Air Mandiri CitraLand

Akibat kebijakan tersebut, pelaksanaan mutasi ASN yang semula dijadwalkan berlangsung pekan ini kemungkinan diundur hingga Jumat atau Senin mendatang. 

Pemkot masih menunggu laporan dari para pejabat perempuan mengenai izin yang telah diberikan oleh suami masing-masing.

"Mutasinya mundur hari Jumat atau hari Senin, sambil menunggu data dari kepala dinas yang perempuan, atau lurah camat yang perempuan untuk mendapat ridhanya seorang suami," jelas Eri.

Ia menegaskan kebijakan itu bukan untuk membatasi karier ASN perempuan, melainkan menjaga keharmonisan keluarga di tengah tingginya tuntutan pekerjaan.

Baca Juga: Bukan Air Tanah, CitraLand Surabaya Ungkap Sumber Air untuk Penyiraman Taman dan Lapangan Golf

"Saya tidak ingin ketika bekerja untuk kepentingan warga Surabaya tapi ternyata gegeran di rumah tangganya. Karena ada selisih paham atau seperti apa," papar dia.

Eri memastikan ASN perempuan yang tidak mendapatkan izin suami tetap akan menduduki jabatan struktural. 

Namun, mereka tidak akan ditempatkan sebagai pimpinan yang bertugas langsung di garda terdepan pelayanan masyarakat.

"Tetap menjadi struktur, tapi tidak nomor satu. Seperti kalau camat jadi kabid, lurah jadi kepala tim kerja," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral di TikTok Pasca Grand Opening, Outlet Miras Jember Langsung Digerebek

Pemkab Jember menegaskan, langkah tersebut bukan hanya bagian dari penegakan aturan, tetapi juga bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

3.600 MBG Dihentikan Sementara Imbas SPPG Meledak di Mojokerto

Pantauan di lokasi, kondisi bangunan SPPG yang porak-poranda akibat ledakan tabung gas juga tampak belum diperbaiki dan dibersihkan.

Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

Polisi mengimbau agar tidak ragu melapor ke kantor polisi terdekat atau memanfaatkan Call Center Layanan Kepolisian 110 apabila jadi korban kejahatan.

Bukan Sekadar Karakter, Pramuka Sidoarjo Didorong jadi Motor Swasembada Pangan

Subandi mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka memperbarui tekad, perkuat persatuan, perluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa.

Update Ledakan di SPPG Mojokerto, Dua Korban Dirujuk ke Surabaya

Korban yang dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya adalah korban yang sempat dirawat di RS Gatoel, Kota Mojokerto. Luka bakarnya mencapai 90 persen.

Bea Cukai Probolinggo ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal dan Waspadai Modus Penipuan

‎Menurut Rahayu, penerimaan dari sektor cukai nantinya kembali dirasakan masyarakat melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).