BPS Surabaya Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Pajak

Reporter : Ade Resty
Kepala BPS Kota Surabaya, Arief Chandra Setiawan. (Dok. BPS Surabaya).

selalu.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Pendataan tersebut menargetkan sekitar 415 ribu unit usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan besar, hingga bisnis rumahan.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Sensus Ekonomi merupakan pendataan usaha nonpertanian yang digelar setiap 10 tahun sekali.

Kegiatan ini dilakukan untuk memotret kondisi riil perekonomian, perkembangan dunia usaha, serta perubahan struktur ekonomi di daerah.

Kepala BPS Kota Surabaya, Arief Chandra Setiawan mengatakan pendataan kali ini juga mencakup sektor ekonomi digital yang terus berkembang di Kota Pahlawan.

“Seluruh pelaku usaha nonpertanian akan didata, termasuk sektor ekonomi digital, UMKM, usaha rumahan, hingga perusahaan besar,” jelasnya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Arief, data yang dihimpun meliputi identitas usaha, nomor induk berusaha (NIB), karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, serta aspek keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

BPS menyiapkan sekitar 1.900 petugas lapangan untuk menjangkau seluruh wilayah Surabaya. Para petugas akan melakukan pendataan hingga Agustus 2026.

Selain mendata perusahaan formal, sensus juga menyasar rumah tangga yang memiliki kegiatan usaha mandiri.

Langkah ini dilakukan untuk menangkap potensi ekonomi informal dan usaha berbasis rumah tangga yang cukup banyak berkembang.

Arief menegaskan seluruh data yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.

Baca juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

“Data bersifat rahasia dan hanya disajikan dalam bentuk agregat. Tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Jadi murni untuk kebutuhan perencanaan pembangunan,” paparnya.

Arief menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar hasil sensus benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi Surabaya secara menyeluruh.

“Kami tidak bisa mengolah data tanpa dukungan dari pelaku usaha. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi kunci,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru