CERIA, Program Baru Pemkot Surabaya dalam Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Reporter : Ade Resty
Bimbingan Teknis (Bimtek) CERIA digelar dalam dua gelombang pada 6 Mei dan 11 Mei 2026 di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan Program CERIA 2026 sebagai upaya memperkuat literasi keluarga dan membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak sejak usia dini.

Menariknya, nama program tersebut ternyata memiliki arti khusus yang melekat pada pasangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bunda Literasi Kota Surabaya Rini Indriyani.

Baca juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

CERIA merupakan singkatan dari Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini Itu Asyik.

Program yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Surabaya ini difokuskan untuk mengajak para orang tua muda membiasakan budaya mendongeng kepada anak.

Bimbingan Teknis (Bimtek) CERIA digelar dalam dua gelombang pada 6 Mei dan 11 Mei 2026 di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya. Masing-masing gelombang diikuti sekitar 300 peserta.

Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengatakan literasi anak perlu dibangun sejak dini melalui cara sederhana, salah satunya mendongeng di rumah.

“Literasi itu sebenarnya bisa dilakukan siapa saja, salah satunya dengan mendongeng,” katanya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, mendongeng tidak hanya memperkaya kosakata anak, tetapi juga membangun bonding atau kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

“Mendongeng itu ada komunikasi, interaksi, dan sentuhan antara orang tua dengan anak. Itu yang membangun bonding,” jelas Rini.

Baca juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Ia menilai keterlibatan ayah dan ibu secara bersama dalam pengasuhan menjadi fondasi penting membentuk keluarga harmonis. Karena itu, semangat kolaborasi keluarga juga dituangkan dalam nama Program CERIA yang melekat pada sosok Ayah Eri dan Bunda Rini.

Rini juga mengapresiasi tingginya antusiasme para orang tua muda yang mengikuti bimtek tersebut.

Menurutnya, hal itu menunjukkan masih tingginya kepedulian keluarga muda di Surabaya terhadap pola pengasuhan anak.

“Berarti ibu-ibu muda di Surabaya masih punya motivasi untuk membangun bonding dengan anak-anaknya,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Sementara itu, Kepala Dispursip Surabaya, Yusuf Masruh menyebut program CERIA menjadi bagian dari penguatan literasi berbasis keluarga di Surabaya.

Ia mengatakan, ke depan program tersebut akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar semakin banyak keluarga yang terlibat.

“Harapannya nanti semakin banyak, kita kembangkan bimtek di wilayah kecamatan dan kelurahan,” ungkap Yusuf.

Menurutnya, kebiasaan mendongeng sejak dini akan membantu anak memiliki kosakata lebih banyak sehingga lebih siap saat memasuki dunia pendidikan formal.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru