selalu.id - Pemkab Sidoarjo memberikan penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi tingkat nasional hingga internasional, termasuk Adiwiyata Mandiri, guru berdedikasi, serta capaian siswa dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan kompetisi global.
Penghargaan ini usai upacara peringatan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan peringatan Hari Otonomi Daerah (Harda) XXX, di Alun-Alun Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026). Bupati Sidoarjo, Subandi, bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti unsur pemerintah, pelajar, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat.
Baca juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin
Hardiknas diakui Subandi menjadi momentum untuk menyoroti tantangan sektor pendidikan yang masih kompleks. Kesenjangan kualitas antarwilayah, rendahnya literasi, hingga kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja menjadi perhatian serius.
Subandi mengungkapkan secara jujur, bahwa dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.
Sementara itu dalam konteks otonomi daerah, Subandi menekankan pentingnya transformasi birokrasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo
"Tantangan ke depan tidaklah ringan, karena kita dihadapkan pada tuntutan pelayanan yang semakin cepat, transparan dan berbasis digital. Oleh karena itu, reformasi birokrasi harus terus didorong dari yang semula birokrasi administratif menjadi adaftif, inovatif dan beriorientasi pada hasil," ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian kinerja pemerintah daerah sebagai hasil kolaborasi seluruh elemen.
Baca juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG
"Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat telah membuahkan hasil yang membanggakan. Pemkab Sidoarjo berhasil meraih penghargaan penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan kategori tertinggi, mendapat peringkat ke-2 dari 415 kabupaten se-Indonesia," ucapnya disambut tepuk tangan peserta upacara.
Meski meraih capaian tersebut, pemerintah daerah dihadapkan pada tuntutan peningkatan layanan publik yang semakin cepat, transparan, dan berbasis digital. Reformasi birokrasi pun dinilai menjadi kunci agar pemerintahan tetap responsif dan berorientasi hasil.
Editor : Redaksi