selalu.id - Pendidikan antikorupsi kini mulai digeser menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pelajar di Kabupaten Sidoarjo.
Melalui program “Inspektorat Goes to School 2026”, pemerintah daerah berupaya menanamkan nilai integritas sejak bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Baca juga: Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo
Program tersebut resmi dimulai di SMP Negeri 1 Sedati Sidoarjo dengan menggelar roadshow yang melibatkan unsur sekolah negeri maupun swasta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan korupsi yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pembentukan nilai sejak dini.
Peluncuran program diwakili Kepala Inspektorat Daerah Sidoarjo, Andjar Surjadianto, dengan membacakan amanat Bupati Sidoarjo Subandi di hadapan para kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa.
Hadir pula forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Andjar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung program tersebut.
“Roadshow ini merupakan langkah nyata untuk menanamkan integritas dan budaya antikorupsi sejak dini,” jelasnya, Selasa (28/4/2026).
Tahun ini, program tersebut ditargetkan menjangkau 27 SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
“Hal ini menunjukkan kesungguhan kita untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga jujur, disiplin, dan berintegritas," tegas Andjar.
Sebagai bagian dari penguatan program, Inspektorat juga merancang pembentukan Duta Antikorupsi di setiap sekolah.
Baca juga: Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta
Peran ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab di lingkungan pendidikan.
“Duta Antikorupsi diharapkan menjadi teladan, penggerak, dan pelopor budaya integritas di lingkungan sekolah,” tambah Andjar.
Ia menyebut terdapat sembilan nilai utama yang menjadi dasar pendidikan antikorupsi dalam program ini: yakni kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Kepala SMP Negeri 1 Sedati, Ratna Diyah Mustikawati, mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi lokasi peluncuran program tersebut.
Ia menilai kehadiran program ini akan memperkuat pendidikan karakter yang telah berjalan di sekolah.
“Sebuah kebanggaan bagi kami. Meskipun nilai-nilai dasar sudah kami terapkan melalui budaya sekolah. Namun hadirnya program ini akan semakin memperkuat nilai kejujuran melalui pembiasaan pada siswa,” ungkapnya.
Baca juga: DPRD Sidoarjo dalami Dugaan Kecurangan Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta
Menurut Ratna, pendekatan pencegahan melalui pendidikan karakter menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai praktik korupsi di masa depan.
“Dengan membangun karakter yang menolak praktik-praktik tidak terpuji sejak dini, kita berharap di masa depan anak-anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan amanah,” jelasnya.
Program ini juga menekankan peran sekolah sebagai ruang pembentukan nilai, bukan sekadar tempat transfer ilmu.
Kepala sekolah dan guru diharapkan mampu menindaklanjuti program melalui keteladanan dan pembiasaan sikap jujur dalam keseharian.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan terbentuknya generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral kuat sebagai benteng utama pencegahan korupsi di masa mendatang.
Reporter: Ariyanto
Editor : Zein Muhammad