Momen Halal Bihalal, Pelaku MBG Jember Buat Asosiasi Paramitra

Reporter : Ahmad Nurul Wijaya
Owner MBG dapur Bintoro 1 Jember saat gelar halal bihalal di hotel Fortun Grande Jember ( foto: Nurul selalu id)

selalu.id - Momentum Halal Bihalal yang digelar oleh Kantor Wilayah MBG Jawa Timur II dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember.

Salah satu hasil dari kegiatan ini adalah munculnya gagasan pembentukan asosiasi Paramitra, Jumat (3/4/2026)

Baca juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Kegiatan yang berlangsung pasca Idulfitri ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar pelaku program, tetapi juga ruang diskusi untuk merumuskan wadah bersama yang berfungsi sebagai sarana edukasi, pendampingan, dan advokasi.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Kanwil MBG Jawa Timur II, pengelola Satuan Pelayanan Gizi (SPG), komunitas Paramitra, serta pelaku usaha dapur MBG di wilayah Jember.

Keterlibatan konsultan halal dan praktisi hukum juga menjadi bagian penting dalam memperkuat aspek kepatuhan terhadap regulasi.

Rencana pembentukan asosiasi Paramitra dinilai sebagai langkah untuk menyamakan pemahaman seluruh pelaku MBG terhadap standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2024.

Baca juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Dalam sambutannya Ahmad Sudiono selaku owner MBG Dapur Bintoro 1 menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari standar kebersihan dapur, proses sertifikasi halal, hingga pengelolaan limbah. Oleh karena itu, kehadiran asosiasi ini diharapkan mampu memberikan solusi melalui pendampingan yang terstruktur.

Melalui wadah tersebut, pelaku MBG nantinya akan mendapatkan pelatihan teknis terkait pengolahan makanan yang higienis, peningkatan kompetensi tenaga dapur, serta penguatan manajemen distribusi," ungkapnya.

Selain itu, asosiasi juga akan membantu proses sertifikasi halal serta menjadi sarana advokasi dalam menyelesaikan persoalan di lapangan, termasuk terkait pengelolaan IPAL," tambahnya.

Baca juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa asosiasi Paramitra diharapkan dapat berperan sebagai penghubung antara pelaku program dengan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan," jelasnya.

Dengan adanya inisiatif ini, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jember diharapkan semakin terarah, profesional, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas," pungkasnya.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru