selalu.id - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak Surabaya memaparkan mekanisme pengawasan operasional di pelabuhan utama Jawa Timur.
Plt Kasi Patroli dan Penindakan KSOP Tanjung Perak, Saifullah menegaskan bahwa sistem yang berjalan berbasis parameter teknis dan sinergi antar instansi, bukan bekerja sendiri.
Baca juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya
Menurutnya, karakteristik Pelabuhan Tanjung Perak yang memiliki arus logistik dan penumpang sangat tinggi menuntut pendekatan pengawasan yang terintegrasi.
“Pengawasan di pelabuhan tidak berdiri sendiri. Ada keterlibatan banyak pihak sesuai tupoksinya, sehingga pendekatannya saling melengkapi,” jelas Saifullah, Rabu (1/4/2026).
Penjelasan ini disampaikan terkait evaluasi pasca-terungkapnya kasus penyelundupan 209 ekor satwa liar di KM Dharma Rucitra VII pada 12 Maret 2026.
Saifullah mengatakan bahwa secara prosedur, pengawasan berjalan berbasis dokumen manifest muatan.
Baca juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan
Namun, untuk barang spesifik seperti satwa dilindungi, penindakan dan pengawasan teknis merupakan kewenangan instansi teknis terkait seperti BKSDA, Karantina, hingga Bea Cukai.
“Setiap instansi memiliki perannya masing-masing sesuai kewenangan. Penanganan dilakukan oleh pihak yang berwenang sesuai dengan regulasi,” tegasnya.
Pihaknya mengakui bahwa peristiwa tersebut menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat koordinasi dan kesesuaian dokumen.
Baca juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak
Saifullah menekankan bahwa keberhasilan pengawasan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga kesadaran dan kepatuhan pengguna jasa dalam melaporkan muatan dengan jujur.
“Keterlibatan pengguna jasa sangat menentukan. Kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan,” tandasnya.
Hingga saat ini, KSOP memastikan terus melakukan perbaikan berkelanjutan dengan mengedepankan sinergi sebagai kunci utama keamanan dan kelancaran pelabuhan.
Editor : Zein Muhammad