Pemprov Jatim Terapkan WFH Setiap Rabu, Dorong Efisiensi BBM di Tengah Tekanan Global

Reporter : Dony Maulana
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pejabat Pemprov Jatim saat memeberikan arahan WFH kepada seluruh ASN. (Dok. Pemprov Jatim).

selalu.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Rabu mulai pekan depan.

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai upaya efisiensi energi khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Keputusan tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin Apel Pagi dan Halal Bihalal ASN di Halaman Kantor Gubernur Jatim, Rabu (25/3/2026).

Ia menegaskan bahwa WFH yang diterapkan berbeda dengan work from anywhere (WFA), karena dinilai dapat menjaga efektivitas pengawasan kerja.

"WFH bukan WFA. Kalau anywhere bisa di tempat wisata, kafe, atau di mana saja. Tapi kalau di rumah, ada keluarga yang ikut memonitor bahwa yang bersangkutan benar-benar sedang bekerja," jelas Khofifah.

Menurutnya, kerja dari rumah memberikan kontrol sosial yang lebih kuat sehingga kedisiplinan ASN tetap terjaga. Selain itu, kebijakan serupa telah berjalan di sejumlah kementerian sejak awal tahun 2026 dan mulai diadopsi di Jakarta.

Baca juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Khofifah juga menyoroti bahwa penerapan fleksibilitas kerja yang berdekatan dengan akhir pekan berpotensi meningkatkan konsumsi BBM karena mendorong mobilitas masyarakat bepergian.

"Kalau setiap Jumat menjadi bagian dari long weekend, justru penggunaan BBM bisa meningkat. Orang akan cenderung pulang kampung atau rekreasi," katanya.

Oleh karena itu, pemilihan hari Rabu sebagai jadwal WFH dimaksudkan agar tidak beririsan dengan akhir pekan, sehingga dapat menekan mobilitas harian tanpa memicu lonjakan perjalanan jarak jauh.

Baca juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Pola kerja yang akan diterapkan adalah Senin dan Selasa bekerja dari kantor, Rabu WFH, serta Kamis dan Jumat kembali bekerja normal di kantor.

Pemprov Jatim berharap kebijakan ini dapat menciptakan keseimbangan antara efisiensi energi dan kinerja birokrasi.

"Yang kita inginkan adalah produktivitas tidak berkurang, tetapi efisiensi tetap berjalan," tandas Khofifah.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru