selalu.id - Sebanyak 83.000 ribu jemaah haji asal Indonesia sempat tertahan di Makkah dan Madinah akibat perang antara AS-Israel dengan Iran.
Bahkan, pemberangkatan jemaah umrah Indonesia ke Tanah Suci juga ditunda demi keselamatan.
Baca juga: DPRD Jatim Minta Pemprov Segera Ambil Tindakan pada 7.000 PMI di Timur Tengah
Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, mengatakan, pihaknya meminta pihak pemerintah untuk menjamin keselamatan para jemaah saat pemberangkatan maupun pemulangan di tengah pergelutan geopolitik hingga memicu gangguan penerbangan ke Arab Saudi.
"Pada saat awal perang itu ada sekitar 83.000 jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Mekkah maupun Madinah. Jadi sempat tertahan, bukan di tahan. Tapi sekarang sudah berangsur pulang dan tidak ada kendala, memang sempat tertunda," jelasnya, Rabu (11/3/2026).
Selain itu, Dini meminta pemerintah untuk memberikan jaminan perlindungan kepada para jemaah.
Terutama bagi mereka yang mengalami penundaan penerbangan agar tetap bisa kembali ke tanah air dengan aman.
Baca juga: Perang Timur Tengah Memanas, Pemkot Minta Warga Surabaya Tunda ke Luar Negeri
"Komisi VIII meminta kementerian terkait memberi semacam jaminan atau perlindungan bahwa jemaah yang penerbangannya tertunda tetap bisa sampai dan pulang dengan aman,” tegas Dini.
Editor : Zein Muhammad