Mengenal Upacara Mulang Pekelem: Persembahan untuk Gunung Rinjani

Reporter : Zein Muhammad
Upacara Mulang Pekelem. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sebagai bentuk penghormatan kepada kekuatan spiritual yang dipercaya ada di Gunung Rinjani, masyarakat Hindu di Lombok sering mengadakan upacara Mulang Pekelem di Danau Segara Anak.

Dalam upacara ini, biasanya dilakukan persembahan berupa emas atau binatang yang dilepaskan ke dalam danau sebagai simbol permohonan kepada para dewa agar menjaga keseimbangan alam dan memberi keselamatan kepada masyarakat.

Baca juga: Beri Kuliah Umum di Unram, Rieke Diah Pitaloka Tekankan Pentingnya Data Desa

Upacara ini juga dianggap sebagai cara untuk menenangkan Dewi Anjani dan makhluk halus lainnya yang dipercaya bersemayam di Gunung Rinjani.

Mulang Pekelem sudah dilakukan selama berabad-abad dan hingga kini tetap menjadi tradisi yang penting bagi masyarakat setempat.

Legenda Gunung Rinjani

Gunung Rinjani memiliki ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut. Gunung yang ada di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini bukan hanya menjadi tujuan bagi para pendaki dan petualang, tetapi juga menyimpan banyak cerita mistis dan legenda yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat lokal.

Bagi suku Sasak, Gunung Rinjani memiliki arti sakral dan erat kaitannya dengan mitos dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Lantas, bagaimana legenda Gunung Rinjani? 

Dalam tradisi masyarakat Sasak, Gunung Rinjani dipercaya sebagai tempat tinggal Dewi Anjani, sosok perempuan yang dianggap sebagai ratu para jin dan roh halus yang menjaga gunung tersebut.

Menurut legenda, Dewi Anjani adalah putri dari seorang raja dan seorang peri yang hidup di wilayah Lombok. Keturunannya yang setengah manusia dan setengah peri memberinya kekuatan magis, yang membuatnya dihormati dan ditakuti.

Dewi Anjani dikenal sebagai pelindung alam Gunung Rinjani dan danau Segara Anak, yang berada di kawah puncak gunung.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Dewi Anjani memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan menjaga keseimbangan alam di sekitar gunung.

Pendaki yang ingin mendaki Rinjani sering diberi peringatan untuk menjaga perilaku dan tidak merusak alam, karena dianggap dapat mengganggu Dewi Anjani dan para makhluk halus lainnya yang tinggal di sana.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru