selalu.id - Viral video anggota Satpol PP Kota Probolinggo dan Satpol PP Kabupaten Probolinggo nyaris baku hantam saat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Alun-alun setempat.
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/2/2026).
Awalnya, anggota dari Satpol PP Kota Probolinggo melakukan penertiban PKL yang berjualan di atas trotoar sekitar Alun-alun Kota Probolinggo.
Tak lama kemudian, petugas Satpol PP Kabupaten Probolinggo yang sedang berjaga di depan Kantor Dinas Sosial (Dinsos) tiba-tiba melarang proses penertiban itu.
Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
Karena merasa tersinggung, antara keduanya pun cekcok, bahkan nayaris baku hantam.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Diketahui, PKL yang berjualan es teh di area terlarang tersebut disebut merupakan istri dari salah satu oknum Satpol PP Kabupaten Probolinggo.
Mengetahui kejadian ini, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kabid Tantribum) Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.
"Jadi teman-teman Satpol PP bertugas untuk memberikan imbauan ke teman-teman PKL untuk segera geser, karena tidak sesuai dengan peruntukannya. Untuk hari Minggu yang ditertibkan di Jalan Suroyo," jelasnya, Senin (2/2/2026).
Angga mengatakan bahwa kedua anggota Satpol PP itu telah bersepakat damai.
Baca juga: Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes
Oknum Satpol PP Kabupaten Probolinggo yang bernama Lukman tersebut mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf.
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami mengatakan bahwa pihaknya meminta maaf dan prihatin atas kejadian tersebut.
"Berkaitan dengan viralnya anggota kami Satpol PP Kabupaten Probolinggo yang terjadi konflik atau benturan dengan Satpol PP Kota Probolinggo, kami menyatakan keprihatinan dan penyesalan. Terjadi miskomunikasi dan yang bersangkutan mengaku bersalah," ungkapnya.
Taufik mengatakan pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap personel Satpol PP Kabupaten Probolinggo serta berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Probolinggo agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Editor : Zein Muhammad