Peringati HGN, 2000 Guru di Surabaya Gelar Doa Lintas Agama

Reporter : Ade Resty
Doa lintas agama yang digelar 2000 guru di Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Silaturahmi dan Doa Bersama Lintas Agama untuk sekitar 2.000 guru di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Jagir Wonokromo, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus momentum memperkuat toleransi antarumat beragama.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siagakan 97 Mobil PMK hingga Robot Khusus untuk Hadapi Bencana Alam

Doa bersama dipimpin perwakilan enam agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu yang masing-masing disediakan ruang ibadah sesuai keyakinan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan doa lintas agama ini digelar sebagai wujud syukur sekaligus mendoakan masyarakat di berbagai daerah yang sedang tertimpa musibah.

“Peringatan HGN menjadi momentum bersyukur. Salah satunya dengan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing,” ujarnya.

Eri menegaskan peran guru sebagai “orang tua kedua” bagi murid. Menurutnya, doa guru adalah doa yang mustajab.

“Saya sampaikan bahwa doa orang tua tidak mungkin ditolak. Dan guru adalah salah satu orang tua bagi murid-murid kita,” katanya.

Baca juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila

Dalam kesempatan itu, Eri meminta Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, untuk menjadikan doa bersama lintas agama sebagai kegiatan rutin dua bulan sekali.

Ia berharap nilai-nilai akhlak, kebersihan hati, dan sikap saling menolong dapat terus diajarkan kepada para pelajar.

“Supaya kita mewariskan Surabaya sebagai kota yang guyub, aman, nyaman, dan penuh akhlak,” tegasnya.

Baca juga: Dapur Bergizi Perdana di Sukomanunggal Resmi Beroperasi, Ribuan Pelajar Siap Nikmati MBG

Eri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru di Kota Pahlawan.

“Jasa panjenengan tidak akan pernah bisa diganti. Semoga doa bersama ini membawa berkah bagi anak-anak dan bagi Kota Surabaya,” ucapnya.
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menambahkan bahwa guru dari berbagai lembaga pendidikan, termasuk PKBM, LKP, dan TPQ, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Doa utama kami adalah untuk anak-anak didik, supaya dijauhkan dari musibah dan diberi kemudahan,” jelasnya.

Yusuf juga meminta dukungan doa untuk kelancaran Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang mulai diberlakukan pada 2026.
“Harapannya, TKA bisa dijalankan dengan gembira dan tidak berlebihan,” tambahnya.

Editor : Arif Ardianto

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru