selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut yang merupakan anggota Holding BUMN Danareksa menandatangani Letter of Intent dengan Pemerintah Kabupaten Madiun untuk pengembangan rencana Kawasan Industri Madiun. Penandatanganan menjadi langkah awal penyusunan kerja sama yang lebih konkret dalam percepatan kawasan industri di wilayah Madiun.
Baca juga: Kado Istimewa di Peringatan Bulan K3 Nasional 2026, SIER Raih Sertifikat SMK3 dari Kemnaker RI
Kegiatan berlangsung di forum Strategi Peningkatan Infrastruktur Pendukung Investasi yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur di Hotel Luminor Sidoarjo pada Jumat 21 November 2025.
Penandatanganan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama yang juga Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, dan diserahkan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, mewakili Pemkab Madiun.
Prosesi disaksikan Direktur Perencanaan Sumber Daya Alam dan Industri Manufaktur Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau BKPM, Ratih Purbasari Kania, serta Kepala DPMPTSP Provinsi Jatim, Dyah Wahyu Ermawati. Hadir pula Direktur Operasi yang juga Pelaksana Tugas Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Lussi Erniawati.
Rizka menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi intens antara SIER dan Pemkab Madiun sejak East Java Investment Forum. Ia menyampaikan bahwa SIER telah meninjau lokasi yang direncanakan menjadi kawasan industri dan berdiskusi dengan Bupati Madiun.
“Kami disambut sangat baik dan diberi kesempatan melihat langsung lokasi yang direncanakan sebagai kawasan industri. Kami sangat terbuka dan mendorong agar agenda ini terus dilanjutkan pada tahap berikutnya. Dengan ini kami berharap dapat memperoleh informasi yang lebih detil untuk kebutuhan studi kelayakan,” ujarnya.
“Kami sangat terbuka untuk eksplorasi peluang pengembangan kawasan industri di kabupaten lain, khususnya di Jawa Timur. SIER siap untuk membantu mendorong pertumbuhan kawasan industri di berbagai daerah di Jawa Timur,” lanjutnya.
Baca juga: SIER Tegaskan Komitmen Bangun Budaya K3 dan Ajak Tenant Utamakan Keselamatan Kerja
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, mengapresiasi fasilitasi DPMPTSP Jatim yang mempertemukan Pemkab Madiun dan SIER dalam forum EJIF. Ia menilai LoI tersebut sebagai langkah awal penting bagi percepatan kawasan industri di Madiun.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPMPTSP Jatim dan SIER. Ini merupakan langkah awal yang sangat berarti. Kami membutuhkan kawasan industri karena kehadiran industri akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Madiun dan mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Kepala DPMPTSP Provinsi Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, menyampaikan bahwa perencanaan kawasan industri merupakan instrumen strategis dalam pemerataan pertumbuhan ekonomi antarwilayah serta mendukung agenda hilirisasi nasional. Ia menjelaskan bahwa potensi pengembangan kawasan industri di Jawa Timur tersebar di berbagai koridor mulai wilayah utara, selatan, tapal kuda, hingga Gerbangkertasusila.
Baca juga: SIER dan PPM Jalin Kerja Sama Pengolahan Air Limbah Berbasis Teknologi Nano Bio
Dyah memaparkan lima langkah utama yang menjadi fokus percepatan realisasi kawasan industri. Langkah tersebut meliputi penyesuaian Rencana Kawasan Industri dengan rencana tata ruang daerah, penyediaan infrastruktur dasar kawasan, fasilitasi perizinan dan kemudahan investasi, penyelesaian isu pengadaan serta legalitas lahan, dan pemantauan berkala terhadap perkembangan kawasan industri.
“Kami memastikan seluruh kawasan industri di Jawa Timur berjalan sesuai rencana tata ruang, bebas dari sengketa, serta tidak terhambat perizinan. Harmonisasi ini penting agar tidak terjadi konflik pemanfaatan ruang dan seluruh proses pengembangan dapat lebih cepat dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Jawa Timur memiliki 13 kawasan industri eksisting serta merencanakan 13 kawasan industri baru yang sedang dalam proses pengembangan. “Tentu saja ini membutuhkan tekad bulat dan kesiapan seluruh stakeholder yang ada di Jawa Timur,” tandasnya.
Editor : Ading