selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyiapkan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya dan RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia akibat ambruknya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kemungkinan peningkatan jumlah korban yang memerlukan identifikasi lebih lanjut.
Baca juga: Identitas Mayat di Wonokusumo Terungkap, Diduga Dibacok Sekitar 60 Meter dari TKP
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan Marzuki, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dan belum mendapatkan kabar untuk segera melapor ke posko ante mortem dengan membawa data-data penting seperti foto, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan data sidik jari yang mungkin tercatat pada ijazah atau dokumen lainnya.
"Kami telah menyiapkan fasilitas identifikasi yang memadai. Meskipun kami berharap jumlah korban tidak banyak, kami siap menangani segala kemungkinan, termasuk dengan menyiagakan RS Bhayangkara di Surabaya yang memiliki fasilitas pendingin yang memadai, seperti pengalaman kami dalam menangani korban Air Asia dulu," ujar Kombes Pol Kusnan, Kamis (2/10/2025).
Selain RS Bhayangkara Surabaya, RS Polri di Porong, Sidoarjo, juga disiapkan sebagai antisipasi jika jumlah korban melebihi kapasitas. Tim khusus telah dibentuk untuk mempercepat proses identifikasi. Setiap tim terdiri dari minimal empat orang dan jumlahnya bisa ditambah sesuai kebutuhan.
Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Cabai Tewaskan Pemotor di Mojokerto
Hingga saat ini, Biddokkes Polda Jatim mencatat 63 keluarga telah melapor ke posko ante mortem terkait anggota keluarga yang hilang. Sementara data lapangan menyebutkan ada 66 orang dilaporkan hilang. Pihak kepolisian berharap jumlah korban meninggal tidak bertambah dan lebih banyak korban dapat diselamatkan.
Dalam proses identifikasi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) akan menggunakan metode primer, yaitu mencocokkan data gigi dan sidik jari. Jika data primer tidak tersedia, data sekunder seperti ciri fisik khusus (tahi lalat, tanda lahir) atau properti pribadi yang dikenali keluarga akan digunakan.
Baca juga: Avanza Tabrak Belakang Truk di Tol Jombang Mojokerto, 2 Tewas
Polda Jatim berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam proses identifikasi ini, dengan harapan segera memberi kepastian kepada keluarga korban dan mempercepat penanganan lebih lanjut.
Editor : Ading