Mantan Anggota Dewan Jatim Desak Gubernur Khofifah Minta Maaf Terkait Kasus Nopol Alphard  

Reporter : Dony Maulana

selalu.id - Kasus dugaan penggunaan plat nomor palsu pada mobil Alphard yang digunakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus menjadi sorotan.

 

Baca juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Aktivis sekaligus mantan anggota DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi, menilai alasan keamanan yang dikemukakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait penggunaan plat nomor palsu tersebut sebagai alasan yang naif dan mengada-ada.

 

"Yang dipersoalkan bukan sekadar plat, tapi dugaan perbuatan melawan hukum. Nopol mobil lain dipasang di kendaraan berbeda, itu jelas pelanggaran,” tegas Mathur

 

Mathur menegaskan bahwa yang dipermasalahkan bukan hanya sekadar plat nomor, tetapi dugaan tindakan melawan hukum. Menyikapi hal ini, Mathur mendesak Gubernur Jawa Timur bersikap gentleman dengan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Baca juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

 

Mathur Husyairi menambahkan bahwa anggaran operasional gubernur seharusnya sudah mencakup pengamanan resmi. Ia menilai kasus ini bukan hanya sekadar kelalaian administratif, tetapi ada dugaan praktik penyalahgunaan wewenang yang sengaja ditutup-tutupi.

 

Baca juga: Khofifah Sebut KCL Singhasari Buka Dua Prodi Baru pada 2027, Berikut Cara Daftarnya

Kasus ini bermula pada 11 September 2025, saat Gubernur Khofifah menggunakan mobil Alphard hitam dengan plat nomor W 1334 QB dalam kunjungan kerja di Mojokerto. Belakangan diketahui bahwa plat nomor tersebut terdaftar untuk kendaraan lain, yaitu Mitsubishi Pajero Sport.

 

Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur telah membuka penyelidikan terkait kasus ini. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikannya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru