Fajar/Fikri Diproyeksikan Jadi Pasangan Tetap Usai Juara China Open

Reporter : Dony Maulana
Pasangan ganda putra baru Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri

selalu.id - Pasangan ganda putra baru Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menjuarai China Open 2025 Super 1000 diproyeksikan menjadi pasangan tetap. Keduanya kini berada di peringkat 76 dunia dan dijadwalkan turun di China Masters 2025 pada 16-21 September serta Korea Open 2025 pada 23-28 September.

 

Baca juga: Ganda Campuran BNI Indonesia Master Tunjukkan Trend Positif

Fajar/Fikri dipasangkan sementara karena tandem reguler Fikri, Daniel Marthin, masih dalam pemulihan cedera lutut. Daniel diperkirakan baru bisa kembali bertanding pada Januari 2026.

 

"Secara individu, Fajar/Fikri itu memang punya skill yang baik. Dari Januari sampai Juni itu pasangannya masih tetap. Apalagi, Daniel masih belum cedera," kata pelatih kepala ganda putra pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho.

 

"Ini karena keadaan memang jalannya di situ. Hasilnya bisa dikatakan baik karena kemampuan individu Fikri sama Fajar itu bagus," imbuhnya.

Baca juga: BNI Indonesia Masters 2023, Stephanie Pastikan Tempat di Perempatfinal

 

Menurut Anton, performa Fajar/Fikri saat tampil di Jepang dan China cukup meyakinkan. "Saat dipasangkan kemarin di Jepang dan China itu penampilannya saya rasa sangat baik. Dengan hasil China Open, saya butuh konsistensinya. Jadi, setelah Kejuaraan Dunia, kami coba ke dua turnamen ini," ujarnya.

 

Selain konsistensi, Anton juga ingin menilai aspek permainan, rotasi, dan chemistry keduanya. "Semua aspek kami lihat. Hasil mengikuti ya, juga komitmen mereka saat latihan dan persiapan selain pertandingan. Komitmennya setiap hari saat latihan, bagaimana," jelasnya.

Baca juga: Lawan Pemain Taipe, Laju Alwi Farhan di BNI Indonesia Master Surabaya Terhenti

 

Dengan hasil positif di China Open, PBSI menilai Fajar/Fikri layak dipertahankan. "Memang target dari PBSI sampai akhir tahun ini bisa dimanfaatkan untuk mencari komposisi yang pas. Kalau tidak, bisa terlambat Indonesia," pungkas Anton.

 

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru