selalu.id – Gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso, Senin (1/9/2025), tampak sepi. Aktivitas wakil rakyat dan pegawai jauh berkurang, berbeda dengan hari kerja biasanya.
Baca juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR
Pantauan selalu.id, kantor dewan dijaga ketat aparat TNI sebagai langkah antisipasi pasca kericuhan yang menyebabkan Gedung Negara Grahadi terbakar.
Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menyebut banyak anggota dewan diminta bekerja dari rumah atau Work From Anywhere (WFA) menyusul eskalasi aksi massa di Kota Pahlawan.
“Hari ini banyak anggota dewan bekerja daring. Ada juga yang bertugas di lapangan sesuai kebutuhan komisi masing-masing,” kata Cahyo saat dihubungi.
Ia menjelaskan, tidak ada agenda rapat resmi di kantor dewan. Meski demikian, rapat tetap berjalan dengan format fleksibel sesuai kebijakan tiap komisi.
“Komisi A sendiri tidak ada rapat di kantor. Kalau ada pertemuan dengan warga atau dinas, sifatnya tentatif, bisa online atau offline,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan
Meski aktivitas melambat, pengamanan di sekitar kantor DPRD diperketat. Lebih dari 170 personel gabungan TNI-Polri disiagakan, jumlahnya dinamis sesuai perkembangan situasi.
“Sabtu-Minggu kemarin sempat 200-an personel. Sekarang menurun, tapi tetap menyesuaikan kondisi,” tambahnya.
Sekretariat DPRD juga menerapkan sistem WFA fleksibel. Namun sebagian pegawai tetap masuk kantor karena pekerjaannya tidak bisa dilakukan dari rumah.
Baca juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya
Cahyo menegaskan, kebijakan WFA belum bisa dipastikan sampai kapan.
“Kita menyesuaikan kondisi di lapangan,” pungkasnya.
Editor : Ading