selalu.id – Stand Up Paddle (SUP) dinilai memiliki potensi besar di Jawa Timur, baik sebagai sumber pendapatan maupun pendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Potensi tersebut diungkapkan Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur sekaligus peneliti kawasan pesisir dan kelautan, Ali Yusa, Jumat (8/8/2025).
Baca juga: Balapan SUP di Kalimas Angkat Kritik Sosial soal Pencemaran Sungai
Menurutnya, potensi pendapatan dari pengembangan SUP di Jawa Timur bisa mencapai Rp2 triliun. Angka ini mencerminkan peluang besar bagi sektor pariwisata dan industri pendukung. “Dengan potensi sebesar itu, SUP dapat mendukung Tujuan ke-8 SDGs, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, peluang tersebut bisa diwujudkan melalui penciptaan lapangan kerja baru, mulai dari penyewaan peralatan, pelatihan, hingga penjualan perlengkapan SUP. Selain aspek ekonomi, SUP juga dinilai berperan dalam mendukung Tujuan ke-14 SDGs, yakni Hidup di Bawah Air.
Baca juga: Sungai Kalimas Jadi Lokasi Balapan SUP, PII Jatim: Kritik Kreatif
Ali menyebut SUP dapat menjadi sarana promosi pelestarian lingkungan laut dan danau. Aktivitas ini mendorong masyarakat lebih dekat dengan alam dan meningkatkan kesadaran akan kebersihan serta kelestarian lingkungan air.
Baca juga: Stand Up Paddle di Kalimas Jadi Wisata Edukasi Baru Surabaya
“Dengan pengelolaan yang baik, SUP bisa menjadi aset berharga bagi Jawa Timur,” ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah daerah dan pihak terkait perlu bekerja sama agar manfaat ekonomi dan lingkungan dari SUP dapat dioptimalkan.
Editor : Ading