selalu.id – Sebanyak ratusan siswa dari 30 SMA se-Jawa Timur mengikuti tur laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian grand opening FK Untag yang digelar di Auditorium R. Soeparman Hadipranoto, Gedung Graha Wiyata lantai sembilan.
Baca juga: FK Untag Surabaya Hadir, Cetak Dokter Patriotik Unggul dalam Penyakit Pernapasan
Setelah mengikuti sesi pembukaan dan talkshow, para siswa mengikuti sesi pengenalan bertajuk “Langkah Menjadi Dokter Dimulai di FK Untag Surabaya” bersama Kaprodi S1 Kedokteran, dr. Ronny Mulyono, Sp.A. Sesi ini mengenalkan proses pendidikan kedokteran serta nilai-nilai patriotisme yang menjadi ciri khas FK Untag Surabaya.
Para peserta kemudian dibagi ke dalam tiga rute tur, masing-masing terdiri dari 30 siswa yang terbagi dalam tim kecil. Setiap tim bergiliran mengunjungi tiga laboratorium dengan durasi 15 menit di setiap titik, yang mencakup sesi tanya jawab, praktik, dan demonstrasi alat.
Laboratorium pertama adalah Laboratorium Anatomi Digital dan Basah di Gedung FK Untag Lantai 1. Di lokasi ini, siswa diperkenalkan pada alat bantu belajar anatomi tubuh manusia seperti sistem digital, model organ tubuh, dan anatomi kadaver. Sesi ini dipandu oleh dr. Stevany Herlina Rumbobiar bersama laboran Faisol.
Tur dilanjutkan ke Ruang Manekin dan Laboratorium Keunggulan di Graha Wiyata lantai tujuh, tempat mahasiswa FK berlatih keterampilan klinis dasar. dr. Dimas Aryo Pamungkas, Sp.PD, dan dr. Ayu Fakhira Nandiaty Sjamsul Putri memandu praktik pemeriksaan tekanan darah, penggunaan stetoskop, dan simulasi CPR dengan bantuan laboran Ichrom.
Rute terakhir adalah Laboratorium Histologi di lokasi yang sama. dr. Meyta Minggar Kusumasari, M.Biomed., memperkenalkan materi histologi sistem pernapasan dan memandu siswa mengamati jaringan paru-paru menggunakan mikroskop multimedia. Sesi ini dibantu laboran Aura.
Fakultas Kedokteran Untag Surabaya memiliki fokus pendidikan pada sistem pernapasan, khususnya penyakit infeksi seperti pneumonia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FK memperkenalkan pendekatan pendidikan kedokteran berbasis karakter kebangsaan dan respons terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Editor : Ading