Rabu, 30 Sep 2026 14:20 WIB

Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Mufti: Relevan Jawab Tantangan Zaman

Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam

selalu.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam terus berupaya mensosialisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan yang dimiliki Indonesia. Politisi muda itu mengajak semua kalangan untuk terus memahami dan membumikan Empat Pilar Kebangsaan. Sosialisasi terkait hal itu digelar pada 24 Februari 2025, yang diikuti perwakilan berbagai komunitas warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa. Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

“Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Mufti.

Dia menjelaskan, empat pilar kebangsaan tersebut sangat relevan untuk menghadapi beragam tantangan zaman, mulai persoalan geopolitik global, ketahanan pangan, sampai problem sosial-ekonomi lainnya. Termasuk untuk melewati tantangan ekonomi yang tidak mudah dalam beberapa waktu terakhir.

”Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” jelasnya.

”Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” imbuh mantan ketua HIPMI Jawa Timur tersebut.

Mufti pun mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama. Meski ada perbedaan agama, suku,  dan latar belakang lainnya, semuanya merupakan satu bagian dari rumah besar Indonesia tercinta. “Kalau kita bertengkar karena beda agama atau suku, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju,” ujarnya.

Baca Juga: Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Mufti: Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan

Editor : Ading
Berita Terbaru

GSJT Protes Barcode Solar Bersubsidi, Ratusan Truk Towing Padati Surabaya

Kelangkaan stok serta prosedur yang berbelit membuat pengisian bahan bakar menjadi tidak menentu.

Tongkat Komando Polres Pasuruan Beralih ke AKBP Irawan Setyono, Ini Pesan Kapolda Jatim

AKBP Irawan Setyono sebelumnya menjabat Kasubbagbinfung Bagrenmim Divpropam Polri.

Polda Jatim Ungkap 1.869 Kasus Narkoba, Ringkus 2.381 Tersangka di Triwulan III

Peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di wilayah Jawa Timur.

Ini Cara Nonton Film Jepang, Drama Korea hingga Indonesia di Yandex RU Browser Tanpa VPN 

Yandex Browser adalah peramban yang dikembangkan perusahaan teknologi asal Rusia.

Top 5 Berita: Kakek Tewas hingga Terlibat Pungli

Kelima berita yang banyak di klik oleh pembaca sangat beragam.

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.