Senin, 07 Sep 2026 02:13 WIB

Operasi Lilin Semeru 2024, Ditpolairud Polda Jatim Siagakan Personel Terlatih

Operasi Lilin Semeru
Operasi Lilin Semeru

selalu.id – Menyambut libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 ( Nataru), Polda Jawa Timur juga mempertebal pengamanan di jalur laut khususnya pelabuhan yang ada di wilayah Jawa Timur. Kegiatan itu bagian dari Operasi Lilin Semeru 2024 telah dilaksanakan oleh Polda Jawa Timur dan jajarannya sejak Sabtu (21/12/2024) pekan yang lalu.

Sejumlah personel juga telah disebar diberbagai wilayah perairan oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim. Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Dr. Arman Asmara melalui Kabag Binopsnal Ditpolairud Polda Jatim, AKBP Yanuar Herlambang mengatakan, pengamanan di Pelabuhan dan wisata pantai adalah untuk memberi jaminan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"Libur Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momen yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata, termasuk ke pantai," ujar AKBP Herlambang kepada selalu.id, Selasa ( 24/12/2024).

Namun demikian, kata AKBP Herlambang mengingat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, dengan potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk, menjadi ancaman serius bagi keselamatan wisatawan. "Oleh karenanya kami tempatkan personel dari Polairud di lokasi - lokasi wisata pantai yang ada di Jawa Timur," ujarnya.

Lebih jauh disampaikan oleh AKBP Herlambang,selain mengantisipasi potensi gangguan cuaca, Ditpolairud yang bertugas di wilayah perairan juga memastikan kelancaran transportasi laut serta gangguan Kamtibmas.

Kabag Binopsnal Ditpolairud Polda Jatim ini mengungkapkan, personel yang diploting di wilayah laut dipilih berdasar kualifikasi kemampuan renang dan selam. Hal itu kata AKBP Herlambang untuk memastikan personel dapat merespon cepat apabila terjadi insiden di wilayah perairan.

Sementara itu di Pelabuhan, petugas akan memastikan kelancaran lalulintas pelabuhan maupun bongkar muat kapal penumpang. Dengan demikian, masyarakat yang menggunakan jasa angkutan laut merasa aman dan nyaman.

Masih kata AKBP Herlambang, keamanan di atas kapal pun juga tidak luput dari pengawasan petugas. "Kami juga menga tisipasi gangguan kriminal maupun di atas kapal dan cuaca buruk," kata AKBP Herlambang.

Untuk hal perkembangan cuaca, AKBP Herlambang mengatakan Ditpolairud Polda Jatim secara update koordinasi dengan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hal itu dilakukan ntuk memantau kondisi cuaca, termasuk pasang surut air laut, curah hujan, dan kecepatan angin. Informasi tersebut sangat penting untuk memastikan keselamatan pelayaran dan aktivitas di perairan.

"Koordinasi ini sangat krusial untuk memastikan keselamatan pelayaran dan segala aktivitas di perairan, sehingga liburan Natal dan Tahun Baru bisa berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat," pungkas AKBP Herlambang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.