Selasa, 03 Nov 2026 02:57 WIB

Wujudkan Ekonomi Sirkular, Surabaya Sudah Punya Kampung Tematik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 08 Nov 2024 09:59 WIB
Kampung Tematik Surabaya
Kampung Tematik Surabaya

selalu.id - Perilaku konsumtif sudah menjadi kebiasaan bagi penduduk yang tinggal di perkotaan, seperti halnya di Kota Surabaya.

Biasanya, perilaku konsumtif yang menjadi kebiasaan penduduk di perkotaan adalah membeli makanan instan menggunakan kantong plastik, mengambil sumber daya air tanah berlebihan, hingga belanja barang-barang yang tidak terlalu penting untuk digunakan.

Adanya perilaku ini, justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan merusak ekosistem di perkotaan. Karena, perilaku ini menimbulkan masalah baru seperti penumpukan sampah akibat adanya penggunaan kantong plastik secara berlebihan.

Sosiolog Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto mengatakan, sudah saatnya masyarakat bersama-sama mengubah cara pandang, agar tidak menjadi pribadi yang berperilaku ekonomi konsumtif.

“Kita bisa bersama-sama merubah cara pandang dengan perilaku ekonomi yang ramah lingkungan, penggunaan kembali atau mendaur ulang, dan penggunaan perangkat teknologi yang mudah diperbaiki,” kata Andri, Kamis, (7/11/2024).

Andri menegaskan, biasanya, mengubah cara pandang dengan tidak berperilaku konsumtif ini sering disebut sebagai pengembangan ekonomi sirkular untuk masa depan yang berkelanjutan. Pengembangan ekonomi sirkular harus diterapkan ke dalam kehidupan sehari-sehari, agar lingkungan di perkotaan seperti Surabaya, tidak semakin tercemar.

Menurutnya, pengembangan ekonomi sirkular tidak hanya wajib diterapkan oleh masyarakat di Surabaya, akan tetapi juga harus dilakukan dan diatur oleh Pemerintah Kota (Pemkot).

Di kesempatan ini, ia menilai, Pemkot Surabaya sudah menerapkan aturan yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi sirkukar.

Contoh, lanjut Andri, Pemkot Surabaya telah merintis dengan baik program-program ramah lingkungan, seperti halnya program Green City, penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, pengolahan sampah secara mandiri menggunakan program reduce, reuse, dan recycle (3R), dan sebagainya.

“Ini yang sering disebut sebagai pengembangan ekonomi sirkular, untuk masa depan berkelanjutan. Kita berikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkot Surabaya, yang sudah merintis dengan baik program-program ramah lingkungan tersebut,” ujar Andri.

Andri menyebutkan, pengembangan kesadaran warga Kota Surabaya akan pentingnya ekonomi sirkular juga perlu bantuan dari pemerintah, khususnya menjadi perhatian khusus bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya. Tujuannya, agar pengembangan infrastruktur daur ulang yang efisien dan terintegrasi bisa diwujudkan di Surabaya.

“Di Kota Surabaya sendiri telah digencarkan ekonomi sirkular di beberapa kampung tematik, seperti di kampung Tenggilis Mejoyo, itu melakukan daur ulang sampah tutup botol plastik untuk dijadikan meja, kursi, asbak, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, ada pula daur ulang banner bekas yang disulap menjadi salah satu bagian dari material untuk pembuatan furniture,” sebutnya.

Menurut Andri, daur ulang bukan hanya bicara tentang menghilangkan sampah, akan tetapi juga tentang menciptakan peluang baru. Seperti halnya di Kampung Wethan Banjar Sugihan, kantong plastik bekas pakai didaur ulang menjadi produk baru yang menarik hingga memiliki nilai guna berupa dompet.

Tak hanya itu, ia menjelaskan, kampung tematik sendiri tidak hanya seputar kegiatan daur ulang produk, akan tetapi juga memiliki cakupan yang luas seperti kuliner, pertanian, dan wisata. Penentuan kampung tematik ini juga harus diwujudkan berdasarkan dari budaya di daerah setempat.

“Hubungan antara kampung tematik dengan ekonomi sirkular, yaitu saling mendukung dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat lokal,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dengan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular, maka kampung wisata tematik dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya lokal secara efisien, mengurangi limbah, dan mendorong daur ulang serta penggunaan ulang produk yang ada. Selain itu, branding Kampung Tematik juga berperan penting dalam menarik perhatian publik dan mendukung pariwisata di Surabaya.

“Keberhasilan ini mengingatkan bahwa ekonomi sirkular memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai sektor,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat