Senin, 02 Feb 2026 04:46 WIB

Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Saluran Patemon hingga Akhir November

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 31 Okt 2024 13:21 WIB
Pengerjaan saluran di Petemon
Pengerjaan saluran di Petemon

selalu.id - Pemkot Surabaya kebut pengerjaan pembangunan saluran di Jalan Simo Kwagean dan Jalan Petemon V, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan. Hal ini mengurangi resiko genangan dan banjir di musim hujan mendatang.

Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya Restu Novi Widiani menjelaskan bahwa kawasan tersebut sering dilanda banjir saat hujan deras. Ia meminta  kerjasama warga terhadap pengerjaan saluran di kawasan Kelurahan Petemon. Sebab, pengerjaan saluran saling terkoneksi.

“Prediksi masyarakat ini belum selesai kok ini digali lagi? Ada pembongkaran, pemasangan, dan alat berat, tapi ini adalah satu wilayah yang harus diperbaiki bersamaan. Insya Allah ditargetkan akan selesai pada akhir November 2024,” ujarnya, Kamis (31/10/2024).

Dalam proses pembangunanya, PJs Restu Novi membeberkan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya pun telah menambah petugas dan waktu pekerjaan agar pembangunan saluran bisa segera selesai sebelum musim penghujan tiba.

“Insya Allah akhir November 2024 semua pembangunan saluran kawasan Petemon selesai. Ketika sudah bagus, tentunya berhubungan dengan estetika wilayah, Pak Camat akan berkoordinasi bersama PLN karena tiang listrik sekarang berkaitan dengan lebar jalan sebelumnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo mengatakan, genangan sering melanda kawasan Kelurahan Petemon tiap tahunnya saat hujan deras. Baik di Jalan Petemon Barat, Jalan Simo Kwagean, Jalan Petemon I-V, hingga Jalan Petemon Sidomulyo.

“kita membuat sistem drainase yang baru untuk mengatasi banjir di kawasan Petemon,” kaga Windo.

Pembangunan sistem drainase itu dimulai dari Sungai Greges hingga Jalan Petemon Kali, dan saat ini tengah dibangun saluran dari Jalan Petemon I-V. Selanjutnya, pembangunan saluran juga dilakukan di Jalan Petemon Barat hingga Jalan Kinibalu.

“Tahun lalu, kita sudah membangun Rumah Pompa Bukit Barisan. Nantinya semua saluran (air) dari gang Petemon ini lari ke Rumah Pompa Bukit Barisan,” jelasnya.

Harapannya, dengan peningkatan sistem drainase yang baru, serta pembangunan yang sudah dilakukan, bisa menghilangkan genangan di seluruh Kelurahan Petemon.

Rencana ke depan, DSDABM Surabaya juga akan membangun rumah pompa di Jalan Simo Kwagean.

“Saat ini Jalan Pacuan Kuda juga sudah kita bangun saluran, kita masif di wilayah Petemon dan sekitarnya agar satu kawasan selesai,” terangnya.

Windo menuturkan bahwa proses dimulainya pembangunan drainase dilakukan sejak Juni 2024, dan ditargetkan pada akhir November 2024 pembangunan saluran di kawasan Kelurahan Petemon selesai.

Untuk pembangunan saluran di Jalan Simo Kwagean mencapai 750 meter. Sedangkan, pembangunan saluran dari Jalan Petemon Barat menuju ke Jalan Tokala mencapai 990 meter.

“Kurang 150 box culvert terpasang di Jalan Petemon Barat, dan 200 box culvert untuk di Jalan Simo Kwagean,” ujar dia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.