Minggu, 08 Nov 2026 05:00 WIB

Polda Jatim Ungkap Kasus Ayah Cabuli Dua Anak Kandung di Surabaya

Subdit IV / TP Renakta Ditreskrimum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil ungkap kasus tindak pidana kekerasan fisik dan atau persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak dibawah umur.
Subdit IV / TP Renakta Ditreskrimum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil ungkap kasus tindak pidana kekerasan fisik dan atau persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak dibawah umur.

selalu.id - Subdit IV / TP Renakta Ditreskrimum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil ungkap kasus tindak pidana kekerasan fisik dan atau persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kasubdit IV / TP Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ali Purnomo mengungkapkan, Modus operandi tersangka adalah ayah kandung korban, berawal pada bulan September 2021 Tersangka menyuruh korban untuk memijatnya di ruang tamu. Setelah itu Tersangka menarik tangan kanan korban mengarah untuk memijat alat kelamin Tersangka (mengocok) namun korban menolak.

Setelah korban tertidur, lanjut Ali Purnomo menerangkan, tersangka menelanjangi dengan cara membuka celana dan celana dalam korban lalu Tersangka memasukkan alat kelaminnya ke dalam lubang vagina korban (terjadi persetubuhan).

"Berlanjut setiap seminggu sekali saat Tersangka pulang dari bekerja di luar pulau tepatnya di Sulawesi dan terjadi dari bulan September 2021 hingga September 2024," ungkap AKBP Ali Purnomo saat ditemui selalu.id di Mabes Polda Jatim, Selasa (29/10/2024).

Berdasarkan kronologis perkara, pada tahun 2003 tersangka dan ibu korban merupakan suami istri dan tinggal di Pekanbaru Provinsi Riau. Kemudian dalam perikahan mereka di karuniai 7 orang anak dan pada tahun 2015 ibu korban meninggal dunia.

Diketahui, anak pertama sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Dua orang anak tersangka lainnya di asuh oleh kerabat yang tinggal di Sumatera Barat. Sedangkan ke empat anak lainnya di asuh oleh Tersangka.

Pada tahun 2018 Tersangka dan keempat orang anakya pindah ke Surabaya. Di Surabaya Tersangka bekerja sebagai supir dan pulang ke rumah empat hari sekali. Sejak pindah ke Surabaya tersangka sering memukul dan memarahi ke empat ananya jika tidak mengikuti kemauan tersangka.

"Pelapor merupakan anak kedua dari tersangka, yang usianya saat ini 18 tahun juga merupakan pelajar kelas XII SMA dan korban satunya merupakan anak ketiga dari tersangka yang berusia 17 tahun juga merupakan pelajar kelas XI SMA," ucapnya.

Sekitar tahun 2021, kata Ali Purnomo lebih lanjut, pada saat pelapor berusia 15 tahun, tersangka melakukan pencabulan terhadap pelapor dengan cara tersangka masuk ke dalam kamar mandi saat pelapor sedang mandi (telanjang) dan tersangka memasukkan jarinya ke vagina pelapor.

Sekitar bulan September tahun 2021 hingga bulan September 2024, dalam keadaan sepi, tersangka juga sering meremas payudara pelapor pada saat pelapor tidur di dalam kamarnya. Diketahui, korban tidak berani melakukan perlawanan, menolak ajakan tersangka, bahkan tidak berani menceritakan kejadian yang dialaminya karena takut kehidupannya tidak di biayai oleh tersangka yang merupakan ayah kandung korban.

"Korban juga takut dengan tersangka karena sering memukul dan memarahi anak- anaknya jika tidak mengikuti kemauan tersangka. Karena pelapor tidak tahan dengan perlakuan tersangka yang sering memukul pelapor dan korban maka pada tanggal 09 Oktober 2024, pelapor datang ke SPKT Polda Jatim guna melaporkan kejadian yg dialami oleh korban," terangnya.

Kekerasan Fisik dan atau Persetubuhan dan atau Pencabulan terhadap anak dibawah umur
Junto Perbuatan berlanjut.

Berdasarkan tindakan yang dilakukan tersangka ini, tersangka dikenakan pasal 80 ayat (1) dan ayat (4) Jo Pasal 76 C UURI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan. Kedua Atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ayat (1) dimana setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah)," tukasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.