Selasa, 21 Jul 2026 20:35 WIB

Menangis hingga Kentut, Lucunya Reaksi Penonton Timnas saat Penalti Singapura

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Des 2021 15:39 WIB
Asnawi saat menghampiri  Faris Ramli usai gagal mengeksekusi penalti
Asnawi saat menghampiri Faris Ramli usai gagal mengeksekusi penalti

selalu.id - Drama pertandingan antara Timnas Indonesia vs Singapura pada leg ke 2 Piala Suzuki AFF kemarin malam, Sabtu (25/12/2021) membuat jantung penonton ikut berolahraga. Selain aksi jual beli serangan, hujan kartu merah, serta beberapa peristiwa memicu penonton memunculkan reaksi unik.

Salah satu kejadian yang membuat penonton khususnya suporter Timnas Indonesia ikut terlarut dalam kepanikan adalah saat wasit asal Oman, Kassem Elhatmy memberikan hadiah penalti kepada kesebelasan Singapura pada menit ke 90+1, setelah Pratama Arhan dianggap melanggar Ikhsan Fandi di dalam kotak penalti. Situasi ini membuat Timnas Indonesia berada di ujung tanduk mengingat skor saat itu imbang 2-2 dan waktu sudah memasuki injury time.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Berbagai gaya unik suporter Timnas Indonesia melihat detik-detik eksekusi penalti yang dilakukan pemain Singapura, Faris Ramli ke gawang Nadeo Argawinata terangkum dalam sebuah video yang beredar melalui media sosial Youtube. Video berdurasi 6 menit 27 detik tersebut mempertontonkan rekaman para suporter Indonesia dari berbagai wilayah.

Video yang diunggah chanel Youtube Sahabat Timnas Indonesia tersebut memperlihatkan ekspresi penonton Indonesia dengan berbagai bahasa dan keunikan tersendiri. Ada seorang bocah yang terus menangis sambil berteriak "Indonesia.....Indonesia......negara kita," teriak bocah tersebut sambil memperhatikan layar televisi di ruang keluarga menantikan penalti dari Singapura.

Baca Juga: Jawa Timur Matangkan Persiapan Seri Perdana Liga Sepak Takraw Indonesia 2026

Reaksi tak kalah kocak ditunjukkan seorang pria pada menit ke 2.40 dalam video tersebut. Dengan mengomel menggunakan bahasa Sunda, pria tersebut kemudian mengarahkan pantatnya ke televisi dan kentut saat Faris Ramli hendak menendang bola ke gawang Indonesia. Terdengar jelas bunyi kentut pria tersebut dalam rekaman video. Tidak diketahui maksud dialog pria tersebut karena berbahasa Sunda. Namun, video tersebut diberi teks yang bertuliskan "Kentutnya bisa sampai ke Singapura ya, bikin Faris gak fokus," tulisnya.

Suasanan meledak ditunjukkan penonton Timnas Indonesia saat Kiper Nadeo Argawinata muncul sebagai pahlawan dengan memblok tendangan dari Faris Ramli. Teriakan bergemuruh yang menandakan kelegaan dari berbagai tempat dipertontonkan dalam video tersebut. Suasanan yang semula tegang menjadi pecah oleh riuh kegembiraan penonton.

Baca Juga: Buka Turnamen Sepak Bola Antar RW Sukodono, Subandi Ajak Warga Junjung Sportivitas

Tak hanya penonton, Kapten Kesebelasan Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam juga menunjukan kegembiraan unik dengan mendatangi eksekutor penalti. Tak jelas apa yang diucapkan Asnawi, namun tindakan itu sempat membuat kontroversi dan memndapat protes dari pemain Singapura lainnya karena dianggap mengejek.

Aksi kocak para penonton tersebut tidak lepas dari keinginan kuat kesebelasan kebanggaanya untuk menang pada laga versus Singapura dan melenggang menuju final Piala Suzuki AFF 2020 yang digelar di Singapura. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter.