Senin, 07 Sep 2026 11:16 WIB

Gawat! Kondisi Industri Tekstil Nasional Dalam Situasi Darurat

Industri tekstil
Industri tekstil

selalu.id - Saat ini, kondisi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional sedang dalam situasi gawat darurat, di mana Indonesia dikhawatirkan menjadi dumping heaven produk-produk asal China. Hal ini disinyalir menjadi biang kerok maraknya penutupan pabrik tekstil, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 13.000 orang.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja mengatakan, awalnya Indonesia menjadi target dumping produk China, karena di China sendiri kelebihan produksi yang diakibatkan oleh daya beli berbagai negara menurun. Sehingga, barang atau produk yang tidak terjual itu dibuang ke Indonesia dengan harga yang sangat murah.

"Dunia sedang tidak baik-baik saja, China over production diakibatkan oleh daya beli berbagai negara yang turun, kita tahu bahwa Fed rate masih di kisaran 5,5 persen. Tapi kita harus waspadai, jangan sampai Indonesia jadi dumping heaven. Jadi produk-produk yang tidak terjual di berbagai negara itu dibuang ke Indonesia," ungkapnya, Jumat (12/7/2024).

Menurutnya, industri TPT nasional tidak akan sanggup jika harus melawan produk-produk dumping atau barang sisa ekspor yang dijual dengan harga sangat murah. "Kalau mungkin banyak orang berpikir, kenapa Indonesia tidak berdaya saing? Kita masih bisa bersaing, tapi kalau kita harus melawan produk-produk sisa, pasti kita tidak bisa melawan," ujarnya.

Lebih lanjut, Jemmy mengungkapkan bahwa China mengalami penurunan ekspor produk pakaian jadi ke berbagai negara sampai dengan 27 persen, di mana rata-rata penurunan ekspor produk China sebesar 6,41 persen. "Ini penurunannya cukup tajam," cetusnya.

Dampaknya, lanjut ia menjelaskan, China mengirimkan barang over-stocked nya tersebut ke negara yang perlindungan dagang di dalam negerinya lemah, seperti Indonesia. Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan harga yang signifikan antara barang yang diekspor ke Indonesia dari China, dibandingkan ke negara tujuan lainnya seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Jerman.

"Ada selisih yang cukup dalam. Terdapat 31 dari 44 kode HS yang harga ekspor China ke Indonesia jauh lebih murah dibandingkan ke negara lainnya pada tahun 2023," pungkasnya. 

Baca Juga: PHK 'Menghantui' Ribuan Pegawai Industri Tekstil di Tanah Air

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.