Kamis, 22 Okt 2026 22:59 WIB

Gawat! Kondisi Industri Tekstil Nasional Dalam Situasi Darurat

Industri tekstil
Industri tekstil

selalu.id - Saat ini, kondisi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional sedang dalam situasi gawat darurat, di mana Indonesia dikhawatirkan menjadi dumping heaven produk-produk asal China. Hal ini disinyalir menjadi biang kerok maraknya penutupan pabrik tekstil, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 13.000 orang.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja mengatakan, awalnya Indonesia menjadi target dumping produk China, karena di China sendiri kelebihan produksi yang diakibatkan oleh daya beli berbagai negara menurun. Sehingga, barang atau produk yang tidak terjual itu dibuang ke Indonesia dengan harga yang sangat murah.

"Dunia sedang tidak baik-baik saja, China over production diakibatkan oleh daya beli berbagai negara yang turun, kita tahu bahwa Fed rate masih di kisaran 5,5 persen. Tapi kita harus waspadai, jangan sampai Indonesia jadi dumping heaven. Jadi produk-produk yang tidak terjual di berbagai negara itu dibuang ke Indonesia," ungkapnya, Jumat (12/7/2024).

Menurutnya, industri TPT nasional tidak akan sanggup jika harus melawan produk-produk dumping atau barang sisa ekspor yang dijual dengan harga sangat murah. "Kalau mungkin banyak orang berpikir, kenapa Indonesia tidak berdaya saing? Kita masih bisa bersaing, tapi kalau kita harus melawan produk-produk sisa, pasti kita tidak bisa melawan," ujarnya.

Lebih lanjut, Jemmy mengungkapkan bahwa China mengalami penurunan ekspor produk pakaian jadi ke berbagai negara sampai dengan 27 persen, di mana rata-rata penurunan ekspor produk China sebesar 6,41 persen. "Ini penurunannya cukup tajam," cetusnya.

Dampaknya, lanjut ia menjelaskan, China mengirimkan barang over-stocked nya tersebut ke negara yang perlindungan dagang di dalam negerinya lemah, seperti Indonesia. Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan harga yang signifikan antara barang yang diekspor ke Indonesia dari China, dibandingkan ke negara tujuan lainnya seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Jerman.

"Ada selisih yang cukup dalam. Terdapat 31 dari 44 kode HS yang harga ekspor China ke Indonesia jauh lebih murah dibandingkan ke negara lainnya pada tahun 2023," pungkasnya. 

Baca Juga: PHK 'Menghantui' Ribuan Pegawai Industri Tekstil di Tanah Air

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.